Minggu, 31 Mei 2026

Khofifah Minta Bulog Perbanyak Distribusi Beras SPHP dan MinyaKita di Jatim

Gubernur Khofifah minta Bulog perbanyak distribusi beras SPHP & MinyaKita demi menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
istimewa
DISTRIBUSI PANGAN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau Pasar Banjarejo Bojonegoro. Ia meminta Perum Bulog memaksimalkan distribusi beras SPHP serta MinyaKita di pasar tradisional wilayah Jawa Timur, untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Khofifah meminta Bulog dan instansi terkait memperluas distribusi beras SPHP serta Minyakita di pasar tradisional Jawa Timur.
  • Permintaan itu muncul setelah ditemukan keterbatasan pasokan dan selisih harga Minyakita yang cukup tinggi dibanding HET saat sidak di sejumlah pasar.
  • Pemprov Jatim juga mewaspadai kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit sebagai potensi pemicu inflasi pangan menjelang Idul Adha.

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa meminta Perum Bulog bersama jajaran terkait memaksimalkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta MinyaKita di pasar tradisional.

Langkah tersebut dinilai penting, untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.

Permintaan itu disampaikan Khofifah setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan stok pangan di sejumlah daerah, di antaranya Pasar Klojen Kota Malang dan Pasar Banjarejo Kabupaten Bojonegoro.

“Monitoring langsung penting sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” kata Khofifah, Sabtu (30/5/2026).

Temukan Keterbatasan Pasokan SPHP dan Minyakita

Dalam kunjungannya ke Pasar Klojen, Khofifah menyoroti masih terbatasnya ketersediaan beras medium SPHP dan Minyakita di tingkat pedagang.

Menurutnya, koordinasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, pemerintah daerah, dan Perum Bulog perlu diperkuat agar distribusi kedua komoditas tersebut semakin merata.

Khofifah menegaskan, stok beras medium SPHP di Jawa Timur sebenarnya masih mencukupi sehingga distribusinya perlu lebih dioptimalkan.

"Sebagian besar masyarakat Kota Malang standarnya sudah beras premium, tapi beras medium harus kami siapkan. Karena kita punya stok beras medium SPHP di Jawa Timur ini jumlahnya cukup tinggi," ujarnya.

Temuan Saat Sidak Pasar

Beberapa poin yang menjadi perhatian Pemprov Jatim antara lain:

  • Pasokan beras medium SPHP dinilai masih perlu ditambah.
  • Ketersediaan Minyakita belum merata di seluruh pedagang.
  • Ditemukan harga Minyakita yang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
  • Perlu penguatan distribusi agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses pangan murah.

“Temuan ini menjadi perhatian serius agar keterjangkauan harga bagi masyarakat dapat segera dikembalikan ke tingkat yang wajar dan terkontrol,” kata Khofifah.

Harga Bawang Merah dan Cabai Jadi Sorotan

Selain distribusi pangan, Khofifah juga mencermati pergerakan harga sejumlah komoditas yang berpotensi memicu inflasi.

Saat ini harga bawang merah mengalami kenaikan dari kisaran Rp35.000–Rp45.000 per kilogram (kg), menjadi Rp55.000–Rp60.000 per kg.

Sementara harga cabai rawit berada pada kisaran Rp100.000–Rp120.000 per kg, meski di beberapa pasar masih ditemukan harga sekitar Rp80.000 per kg.

Menurut Khofifah, kenaikan harga komoditas tersebut harus segera diantisipasi melalui koordinasi antar daerah dan antar lembaga.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved