Pansus LKPJ DPRD Jatim Soroti Pendidikan, 6 Target Kinerja Gagal Tercapai
Pansus DPRD Jatim menyoroti 6 indikator pendidikan yang gagal mencapai target dalam LKPJ Gubernur Jawa Timur 2025.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Pansus DPRD Jawa Timur (Jatim) menyoroti sektor pendidikan karena menjadi urusan dengan indikator kinerja daerah terbanyak yang belum tercapai.
- Salah satu capaian yang disorot adalah rendahnya literasi membaca siswa dan rata-rata lama sekolah yang masih stagnan di angka 8,81 tahun.
- Pansus meminta Pemprov Jatim menyusun peta jalan pendidikan 2025–2029 dan menetapkan target pendidikan lebih ambisius.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sektor pendidikan menjadi salah satu sorotan utama dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Tahun Anggaran 2025.
Pansus DPRD Jatim menilai, masih banyak Indikator Kinerja Daerah (IKD) di bidang pendidikan yang belum mencapai target.
Bahkan, dari total 15 IKD yang belum tercapai, sektor pendidikan menjadi urusan dengan jumlah capaian terendah paling banyak.
Ketua Pansus LKPJ DPRD Jatim, Khusnul Arif, menyebut ada 6 IKD pendidikan yang belum memenuhi target pada tahun 2025.
“Dari 15 IKD yang belum tercapai, urusan pendidikan menempati urutan terbanyak dari IKD yang belum tercapai, yaitu sebanyak 6 IKD, diikuti urusan kesehatan sebanyak 3 IKD,” kata Khusnul Arif dikutip dalam laporan Pansus, Selasa (12/5/2026).
Harapan Lama Sekolah dan Literasi Jadi Sorotan
Dalam laporan Pansus, salah satu indikator yang belum tercapai adalah Harapan Lama Sekolah.
Target yang dipasang sebesar 13,54 persen, namun realisasinya hanya mencapai 13,44 persen.
Selain itu, capaian literasi membaca dalam asesmen tingkat nasional juga dinilai masih jauh dari target.
Persentase satuan pendidikan yang mencapai standar kompetensi minimum untuk literasi membaca ditargetkan sebesar 59,94 persen.
Namun hingga akhir tahun 2025, realisasinya baru mencapai 49,89 persen.
Pansus menilai kondisi tersebut menunjukkan sektor pendidikan dan kesehatan di Jawa Timur masih belum optimal.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim diminta memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota, terutama di 23 daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di bawah rata-rata provinsi.
Pansus Minta Strategi Pendidikan Lebih Konkret
Selain memberikan catatan evaluasi, Pansus juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemprov Jatim.
Salah satunya terkait penyusunan Peta Jalan Aksesibilitas Pendidikan Menengah 2025–2029 oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Fakta Penting Sorotan Pansus LKPJ Jatim
- Pendidikan menjadi sektor dengan IKD belum tercapai terbanyak
- Ada 6 indikator pendidikan yang belum memenuhi target
- Target literasi membaca nasional hanya tercapai 49,89 persen
- Harapan Lama Sekolah belum sesuai target Pemprov
- Pansus meminta strategi peningkatan akses SMA/SMK lebih konkret
- Pemprov diminta memperkuat sinergi dengan 23 daerah ber-IPM rendah
Pansus menilai, roadmap tersebut penting untuk mengatasi defisit daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur.
pendidikan Jawa Timur
DPRD Jatim
LKPJ Gubernur Jatim
indikator pendidikan
IPM Jawa Timur
pendidikan SMA SMK
Dispendik Jatim
Khusnul Arif
berita pendidikan Jatim
berita Jatim terkini
Surabaya
Pemprov Jatim
Meaningful
Multiangle
Pansus LKPJ DPRD Jatim
| Dari Chef Hingga Barista Perempuan, FHTB 2026 Jadi Panggung Talenta Industri Hospitality |
|
|---|
| PTPN I Regional 5 Fasilitasi Sambungan Listrik 101 Titik di Afdeling Trate, Tempurejo Jember |
|
|---|
| Kisah Inspiratif Pasutri Difabel Kediri, Sulap Limbah Kain Jadi Cuan dan Harapan |
|
|---|
| Pasuruan United Tuan Rumah Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden, Stadion Pogar Jadi Venue |
|
|---|
| Geosite Kedung Lantung Disiapkan Jadi Destinasi Dunia, Harapan Baru Bojonegoro |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Ketua-Pansus-LKPJ-DPRD-Jawa-Timur-Khusnul-Arif-1252026.jpg)