Selasa, 12 Mei 2026

Disorot DPRD, PWU Jatim Ungkap Laba Terus Naik dan Tak Pernah Rugi

PWU Jatim targetkan PAD Rp2 miliar pada 2026. Meski terkendala modal, perusahaan mengklaim laba terus tumbuh dan tak pernah rugi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Fatimatuz Zahro
MENEGASKAN - Direktur Utama PT PWU Jatim, Erlangga Satriagung, saat diwawancara media, Senin (10/5/2026). Ia menegaskan bahwa PT PWU terus bergerak dan memiliki tren kinerja yang positif. 

Ringkasan Berita:
  • PT PWU Jatim menargetkan setoran PAD sebesar Rp2 miliar pada 2026 atau naik sekitar 22 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Direktur Utama PWU Erlangga Satriagung menyebut perusahaan tak pernah merugi dan laba terus tumbuh hingga mencapai Rp3,6 miliar pada 2025.
  • Meski masih terkendala modal dan tiga anak usaha belum sehat, PWU optimistis dapat terus memperbaiki kinerja dan memperbesar kontribusi untuk Pemprov Jatim.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur (Jatim) memastikan tetap optimistis meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, meski mendapat sorotan dari Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur.

BUMD milik Pemprov Jatim itu menargetkan setoran PAD sebesar Rp2 miliar pada tahun 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 22 persen, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,6 miliar.

Direktur Utama PT PWU Jatim, Erlangga Satriagung, menegaskan bahwa perusahaan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif dari tahun ke tahun.

“PWU ini mengalami pertumbuhan laba yang konsisten naik. Dari Rp3 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp3,6 miliar pada tahun 2025, atau tumbuh sekitar 20 hingga 21 persen,” kata Erlangga kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Klaim Tak Pernah Merugi

Erlangga menyebut, peningkatan laba perusahaan juga berdampak langsung terhadap kenaikan setoran PAD kepada pemerintah provinsi.

Menurutnya, sejak berdiri hingga saat ini, PWU tidak pernah mengalami kerugian.

“Sejak PWU berdiri, tidak pernah satu tahun pun PWU itu merugi. Selalu menyetor PAD,” ujarnya.

Selain itu, PWU juga berhasil meningkatkan status kesehatan perusahaan menjadi kategori A pada tahun 2025. Sebelumnya, perusahaan berada di kategori B hingga triple B yang masuk kelompok kurang sehat.

“Kami dapat kategori A, meskipun baru single A, belum triple A. Tapi itu mengindikasikan bahwa kinerja kita sudah on the track, ada perbaikan dari tahun ke tahun,” katanya.

Terkendala Modal dan Aset

Meski begitu, Erlangga mengakui PWU masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait keterbatasan modal usaha.

Ia menjelaskan, perusahaan sempat merencanakan pelepasan sekitar 5 persen aset tidak produktif senilai Rp200 miliar pada awal 2019, untuk memperkuat modal operasional.

Namun, rencana tersebut batal dilakukan, karena terbentur Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 yang melarang pemindahtanganan aset BUMD.

Sebagai solusi, PWU kemudian mengajukan tambahan penyertaan modal kepada Pemprov Jatim sebesar Rp149 miliar. Namun hingga kini permohonan tersebut belum terealisasi.

“Keterbatasan modal ini berdampak langsung pada kemampuan perusahaan dalam membeli bahan baku, dan memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.

Tiga Anak Usaha Masih Belum Sehat

Saat ini PWU memiliki delapan anak perusahaan. Namun, tiga di antaranya masih berada dalam kondisi belum sehat.

  • PT Kasa Husada Wira Jatim
  • PT Puri Panca Pujibangun
  • PT Carma Wira Jatim
Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved