Sabtu, 25 April 2026

Grahadi Mulai Dipugar Pasca-Kebakaran, Khofifah Impor Kapur Jerman

Gubernur Khofifah resmikan pemugaran Gedung Grahadi pasca-kebakaran 2025. Material kapur khusus didatangkan langsung dari Jerman.

|
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Fatimatuz Zahro
GROUNDBREAKING - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin groundbreaking pemugaran bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (1/4/2036). Khofifah memastikan Grahadi dikembalikan ke bentuk aslinya. 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jatim resmi memulai pemugaran sayap barat Gedung Negara Grahadi yang rusak akibat kebakaran pada Agustus 2025.
  • Gubernur Khofifah menggunakan campuran kapur khusus yang didatangkan dari Jerman untuk menjaga keaslian cagar budaya.
  • Kusen bangunan dikerjakan dengan kayu dari Perhutani dan tim ahli dilibatkan untuk menyelamatkan sisa material historis.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi memulai pemugaran sayap barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (1/4/2026). Langkah ini diambil, guna memulihkan bangunan cagar budaya yang rusak akibat kebakaran saat kerusuhan pada akhir Agustus 2025.

Proses groundbreaking dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Sejumlah pakar cagar budaya dan tokoh masyarakat turut hadir di lokasi.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Syaifuddin Chalim, pemotongan tumpeng serta pengelupasan cat bangunan secara simbolis oleh Gubernur Khofifah.

Baca juga: Pemugaran Sayap Barat Grahadi Telan Rp 12,7 Miliar, Ditarget Selesai Oktober 2026

Prinsip Pelestarian Cagar Budaya

Gubernur Khofifah menegaskan, pemugaran Grahadi mengedepankan prinsip pelestarian yang ketat demi mengembalikan wujud asli bangunan bersejarah tersebut.

"Kami upayakan semaksimal mungkin kembali seperti aslinya, baik dari sisi bentuk maupun material," ujar Khofifah.

Dalam proses renovasi ini, Pemprov Jatim menerapkan sejumlah langkah khusus, di antaranya:

  • Material Kapur dari Jerman: Mengingat Grahadi adalah cagar budaya, bangunan tidak direkatkan dengan semen, melainkan campuran kapur khusus yang kini didatangkan langsung dari Jerman.
  • Kayu Jati Perhutani: Kusen pintu dan jendela menggunakan kayu pilihan dari Perhutani. Bentuk mockup-nya disesuaikan persis dengan wujud aslinya.
  • Penyelamatan Material Historis: Tim ahli cagar budaya mengumpulkan sisa material terdampak, mulai dari batu bata, genteng, hingga paku tua untuk proses identifikasi keaslian.

Khofifah menambahkan, meski mustahil kembali identik seratus persen, karakter dan nilai sejarah Gedung Grahadi harus dipertahankan. Ia juga mengajak masyarakat memiliki kesadaran bersama dalam menjaga warisan budaya.

Informasi Singkat Tentang Gedung Grahadi

Gedung Negara Grahadi merupakan bangunan ikonik peninggalan kolonial di Surabaya yang didirikan pada 1795 oleh Residen Dirk van Hogendorp. Pada awalnya, gedung ini difungsikan sebagai rumah peristirahatan pejabat Belanda, sebelum akhirnya menjadi pusat pemerintahan dan rumah dinas Gubernur Jawa Timur.

Bangunan bersejarah yang telah berdiri kokoh selama lebih dari dua abad ini mengalami insiden tragis pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Massa unjuk rasa yang berujung ricuh melemparkan bom molotov yang memicu kebakaran hebat. Api melahap sayap barat gedung, menghanguskan ruang kerja Wakil Gubernur, ruang wartawan, serta merusak material kuno peninggalan sejarah.

Menjaga kelestarian cagar budaya seperti Gedung Negara Grahadi adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi merupakan hak demokratis, namun hindarilah tindakan anarkistis yang merusak fasilitas umum. Mari kita rawat warisan sejarah sebagai identitas kebanggaan bangsa untuk generasi mendatang.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved