Rabu, 13 Mei 2026

Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun, Transformasi TLKM 30 Digenjot

Telkom mencatat laba Rp17,8 triliun pada 2025. Strategi TLKM 30 jadi fokus transformasi bisnis digital dan infrastruktur.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen Telkom
NET INCOME RP 17,8 TRILIUN - Dirut Telkom, Dian Siswarini, yang dalam laporan kinerja keuangan tahun 2025 menyebutkan hasil net income sebesar Rp17,8 triliun dengan net income margin 12,1 persen. 
Ringkasan Berita:
  • Telkom membukukan laba bersih Rp17,8 triliun sepanjang 2025 dengan pendapatan konsolidasi mencapai Rp146,7 triliun.
  • Perseroan mempercepat strategi transformasi TLKM 30 melalui efisiensi bisnis, penguatan infrastruktur digital, hingga restrukturisasi holding.
  • Segmen Telkomsel, data center, fiber optik, dan bisnis internasional menjadi penopang utama kinerja perusahaan di tengah tantangan industri telekomunikasi.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif, di tengah tekanan industri telekomunikasi dan kondisi ekonomi global. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp17,8 triliun, dengan total pendapatan konsolidasi mencapai Rp146,7 triliun.

Tak hanya menjaga profitabilitas, Telkom juga mulai mempercepat transformasi bisnis besar-besaran melalui strategi TLKM 30 yang menjadi fokus utama perusahaan memasuki 2026.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, mengatakan bahwa transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Telkom sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.

Pendapatan dan EBITDA Tetap Solid

Selain laba bersih Rp17,8 triliun, Telkom juga membukukan EBITDA konsolidasi sebesar Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA 49,2 persen.

Sementara normalized net income tercatat Rp22,7 triliun dengan normalized EBITDA mencapai Rp73,2 triliun.

“Pencapaian ini diperoleh dari pendapatan konsolidasi perseroan yang tercatat sebesar Rp146,7 triliun,” kata Dian Siswarini, Selasa (12/5/2026).

Sepanjang 2025, Telkom juga mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7 persen yang terdiri dari capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen.

Menurut Dian, capaian tersebut menunjukkan respons positif pasar terhadap strategi transformasi perusahaan.

Strategi TLKM 30 Jadi Fokus Transformasi

Telkom kini menjalankan strategi transformasi jangka menengah bertajuk TLKM 30 yang berfokus pada empat pilar utama.

Pilar pertama adalah Operational & Service Excellence untuk memperkuat tata kelola perusahaan, efisiensi proses bisnis, dan kualitas layanan pelanggan.

Pilar kedua ialah Streamlining atau perampingan bisnis non-core agar perusahaan lebih fokus pada bisnis utama telekomunikasi dan digital.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang ditargetkan selesai pada semester pertama 2026.

“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur,” ujar Dian.

Fiber dan Data Center Jadi Andalan

Pada pilar transformasi ketiga, Telkom fokus memperkuat bisnis infrastruktur digital terutama konektivitas fiber dan data center.

Perusahaan juga menjalankan pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity ke InfraNexia, sebagai bagian dari restrukturisasi menuju strategic holding.

Sementara itu, bisnis data center terus tumbuh melalui fasilitas hyperscale di Cikarang dan Singapura serta puluhan edge data center NeuCentrIX di berbagai wilayah.

Di bisnis menara telekomunikasi, Mitratel mencatat pendapatan Rp9,5 triliun dengan EBITDA margin mencapai 82,2 persen.

Fakta Penting Kinerja Telkom 2025:

  • Laba bersih Telkom mencapai Rp17,8 triliun
  • Pendapatan konsolidasi menembus Rp146,7 triliun
  • EBITDA tercatat Rp72,2 triliun
  • TSR mencapai 35,7 persen
  • Belanja modal 2025 mencapai Rp27,5 triliun
  • TelkomGroup memiliki backbone fiber lebih dari 210 ribu kilometer

Telkomsel Masih Jadi Penopang Utama

Segmen B2C melalui Telkomsel masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan.

Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan Rp109,2 triliun secara konsolidasi.

Kenaikan kebutuhan layanan digital masyarakat mendorong trafik data tumbuh 15 persen secara tahunan.

Telkomsel juga mulai fokus menjaga Average Revenue Per User (ARPU) melalui strategi penyesuaian harga dan penguatan kualitas jaringan.

Selain itu, Telkom memperluas pengembangan layanan fixed broadband dengan pendekatan yang lebih selektif dan efisien.

Fokus Perkuat Bisnis Digital dan AI

Di segmen B2B ICT, Telkom mencatat pendapatan Rp15,3 triliun melalui layanan konektivitas, managed service, dan digital solution.

Perusahaan kini mulai memperkuat layanan berbasis Cybersecurity, Artificial Intelligence (AI), hingga kolaborasi strategis dengan perusahaan teknologi global.

Meski sektor korporasi terdampak efisiensi anggaran pemerintah, Telkom tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan bisnis digital nasional.

“Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid,” pungkas Dian Siswarini.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved