Rabu, 13 Mei 2026

IHSG Diprediksi Bergerak Mixed, Saham Ini Direkomendasikan IPOT

IHSG diproyeksi mixed pekan ini. IPOT merekomendasikan saham PNLF, BDMN, MAPI hingga ETF XIHD untuk trading.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi IPOT
TIGA HARI PERDAGANGAN - Hari Rachmansyah, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT). Dia menyebut pekan ini perdagangan hanya akan berlangsung tiga hari karena ada libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus (14-15 Mei 2026), yang dari sisi perkembangan global, sejumlah dinamika geopolitik penting turut mewarnai sentimen pasar. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG menguat tipis 0,18 persen sepanjang perdagangan 4-8 Mei 2026 di tengah tarik-menarik sentimen global dan domestik.
  • IPOT menilai pasar pekan ini cenderung mixed akibat rebalancing MSCI dan tekanan kebijakan royalti minerba.
  • IPOT merekomendasikan saham PNLF, BDMN, MAPI hingga ETF XIHD sebagai pilihan trading jangka pendek.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan tipis sebesar 0,18 persen selama periode perdagangan 4-8 Mei 2026. Pergerakan indeks cenderung sideways di tengah tarik-menarik sentimen positif global dan tekanan regulasi dari dalam negeri.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, mengatakan bahwa penguatan IHSG sempat berlangsung selama 3 hari berturut-turut, sebelum akhirnya tertahan sentimen negatif dari sektor minerba.

“IHSG berhasil menguat selama tiga hari berturut-turut didorong oleh meredanya tensi geopolitik AS vs Iran serta rilis data PDB Indonesia yang tumbuh 5,61 persen yoy, melampaui ekspektasi pasar dan memperkuat keyakinan terhadap ketahanan fundamental ekonomi domestik,” kata Hari, Senin (11/5/2026).

Namun momentum tersebut melemah pada akhir pekan, setelah muncul usulan kenaikan tarif royalti mineral dari Kementerian ESDM. Kebijakan itu memicu aksi jual di saham sektor pertambangan dan energi.

Selain itu, investor asing juga masih mencatat net sell sebesar Rp2,4 triliun di pasar reguler. Kondisi tersebut membuat penguatan indeks lebih banyak ditopang aliran dana domestik.

Sentimen Global dan Domestik Masih Membayangi

Hari menilai perdagangan saham pekan 11-13 Mei 2026 berpotensi bergerak mixed, karena hanya berlangsung 3 hari akibat libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus.

Dari sisi global, perhatian pasar tertuju pada perkembangan geopolitik, termasuk perang Rusia-Ukraina dan pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

“Ketidakpastian terkait tarif perdagangan dan pasokan rare earth kemungkinan masih akan bertahan dalam waktu dekat,” jelas Hari.

Sementara itu, isu potensi wabah hantavirus dinilai belum terlalu mempengaruhi sentimen pasar. Berdasarkan data platform prediksi Kalshi, probabilitas wabah hantavirus menjadi ancaman serius tahun ini hanya sebesar 21 persen.

Di dalam negeri, pasar juga menunggu rebalancing MSCI Indonesia pada 12 Mei 2026 yang berpotensi memicu rotasi portofolio pada saham berkapitalisasi besar.

Royalti Minerba Jadi Tekanan Baru

Kementerian ESDM sebelumnya menggelar public hearing terkait usulan perubahan tarif royalti untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.

Hari menyebut kenaikan tarif royalti emas menjadi yang paling signifikan secara persentase. Sementara timah disebut sebagai komoditas yang paling terdampak secara keseluruhan.

Tak hanya itu, pasar juga dibayangi wacana penerapan bea ekspor dan windfall tax yang tengah dikaji pemerintah.

“Tekanan terhadap sektor minerba tidak berhenti pada kenaikan royalti semata. Wacana penerapan bea ekspor dan windfall tax turut menambah lapisan ketidakpastian,” ujarnya.

  • IHSG naik tipis 0,18 persen sepanjang 4-8 Mei 2026
  • Investor asing masih mencatat net sell Rp2,4 triliun
  • Rebalancing MSCI Indonesia berlangsung 12 Mei 2026
  • Saham minerba tertekan usulan kenaikan royalti
  • Pasar pekan ini hanya berlangsung tiga hari perdagangan

Rekomendasi Saham IPOT Pekan Ini

Dalam kondisi pasar yang masih volatil, IPOT menyarankan investor tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved