Gandeng BCA, Pakuwon Optimistis Pasar Properti Surabaya Masih Tumbuh
Pakuwon Group optimistis pasar properti end user Surabaya tetap tumbuh di tengah perlambatan nasional & targetkan penjualan Rp 200 miliar
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Pakuwon Group optimistis pasar properti segmen menengah atas di Surabaya masih tumbuh meski pasar nasional mengalami perlambatan.
- Sekitar 70 persen transaksi properti disebut didominasi kebutuhan hunian end user, bukan investasi spekulatif.
- Dalam pameran Grand Living Festival di Surabaya, Pakuwon membidik penjualan lebih dari Rp 200 miliar dengan dukungan promo KPR bunga 2,9 persen dari BCA.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Di tengah perlambatan pasar properti nasional, segmen hunian menengah ke atas justru dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan yang kuat. Optimisme itu disampaikan PT Pakuwon Group saat menggelar pameran Grand Living Festival di Fashion Atrium Pakuwon Mall Surabaya.
Pameran tersebut berlangsung mulai Kamis (7/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026), menghadirkan berbagai produk properti mulai rumah siap huni, apartemen, kondominium, ruko hingga office space.
End User Dominasi Pasar Properti
Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan bahwa sekitar 70 persen transaksi properti saat ini berasal dari kebutuhan hunian masyarakat, bukan sekadar investasi jangka pendek.
"Saat ini sekitar 70 persen transaksi properti didominasi oleh kebutuhan hunian, bukan sekadar investasi spekulatif. Hal inilah yang mendasari optimisme pengembang terhadap prospek pasar di sisa tahun ini," kata Sutandi, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, mayoritas masyarakat membeli rumah karena kebutuhan tempat tinggal yang mendesak. Faktor tersebut membuat pasar properti tetap bergerak meski kondisi ekonomi sedang penuh tantangan.
"Inilah yang membuat pasar tetap bergerak dinamis,” lanjutnya.
Sutandi menilai, saat ini juga menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk membeli properti, khususnya segmen end user. Sebab, pengembang masih menahan kenaikan harga meski biaya konstruksi dan inflasi terus meningkat.
"Ke depan harga pasti naik mengikuti kenaikan biaya bahan bangunan. Namun saat ini, kami masih menawarkan harga terbaik yang disertai berbagai kemudahan pembiayaan,” jelasnya.
Target Penjualan Tembus Rp 200 Miliar
Melalui Grand Living Festival, Pakuwon Group membidik penjualan lebih dari Rp 200 miliar. Optimisme itu muncul setelah pencapaian pameran serupa pada akhir 2025 lalu berhasil mencatat transaksi hingga Rp 280 miliar.
Menurut Sutandi, hunian dengan rentang harga Rp 2,5 miliar hingga Rp 10 miliar saat ini menjadi pasar paling agresif.
"Hunian di rentang harga Rp 2,5 miliar hingga Rp10 miliar menjadi kelas yang paling agresif. Sementara pasar di bawah Rp2 miliar justru cenderung lebih melambat," ungkapnya.
Dalam pameran tersebut, Pakuwon menggandeng PT Bank Central Asia Tbk untuk menghadirkan berbagai promo Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).
Promo Properti di Grand Living Festival:
- Persetujuan KPR lebih cepat dan mudah.
- Free biaya KPR dan BPHTB.
- Cicilan mulai Rp 2 jutaan.
- DP ringan hanya 5 persen.
- Free interior langsung huni.
- Free PPN hingga Rp 220 juta.
BCA Pertahankan Bunga KPR 2,9 Persen
Vice President Consumer Loan BCA Surabaya, Meliani Tjondro mengatakan, BCA masih mempertahankan bunga KPR di level 2,9 persen meski suku bunga acuan mengalami kenaikan.
“Kami belum menaikkan suku bunga sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian. Selain bunga kompetitif, kami juga menawarkan tenor hingga 20 tahun,” ujar Meliani.
Pakuwon Group
properti Surabaya
KPR BCA
Grand Living Festival
Direktur Pakuwon Group
Sutandi Purnomosidi
rumah Surabaya
Apartemen Surabaya
investasi properti
Surabaya
Meaningful
Multiangle
| Dari Demam Hingga ARDS, Pakar Unair Jelaskan Bahaya Infeksi Hantavirus |
|
|---|
| Tangis Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Pecah Saat Beber Pengakuan |
|
|---|
| Lapas Lamongan Gelar Razia, Pastikan Bebas Handphone Ilegal dan Narkoba |
|
|---|
| BRI Surabaya Salurkan KUR Rp 3,8 Triliun, Lamongan Tertinggi |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Kesambi Lamongan, Ditarget Rampung Tujuh Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Grand-Living-Festival-di-Surabaya.jpg)