Kamis, 21 Mei 2026

Blibli Rilis Kampanye JEDA: Cara Ampuh Cegah Penipuan Online Rp 9,1 Triliun

Blibli luncurkan JEDA 10 detik guna tekan kerugian penipuan online Rp 9,1 T. Simak tips psikolog & riset perilaku masyarakat Indonesia.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Blibli
JEDA 10 DETIK - Dari kiri ke kanan : VP Corporate and Strategic Affair Blibli Andreas Ardian Pramaditya bersama Kepala Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital RI Bonifasius Wahyu Pudjianto dan Direktur Pemberdayaan Konsumen, Ditjen PKTN, Kementerian Perdagangan RI Immanuel Tarigan Sibero, serta Executive Director Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Arshi Adini dan Head of PR Blibli Nazrya Octora saat peluncuran JEDA. JEDA merupakan upaya sebagai pendekatan sederhana untuk merespons dengan lebih bijak di ruang offline dan online. 
Ringkasan Berita:
  • Blibli meluncurkan inisiatif JEDA untuk mengurangi perilaku impulsif yang memicu kerugian penipuan online senilai Rp 9,1 triliun.
  • Riset menunjukkan generasi Baby Boomers (65+) lebih rentan terjebak konten clickbait (7,06 persen) dibandingkan Gen Z (3,43 persen).
  • Didukung Bank Indonesia dan Komdigi, kampanye JEDA 10 detik terbukti membuat 70 persen partisipan merasa lebih tenang sebelum bertransaksi.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) secara resmi memperkenalkan inisiatif "JEDA" (Jangan Reaktif, Evaluasi, Double-check, Ambil keputusan dengan tenang) sebagai respons atas tingginya angka penipuan digital di Indonesia.

Program yang didukung penuh oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, serta Indonesian E-commerce Association (idEA) ini, bertujuan mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak perilaku impulsif di ruang digital.

Langkah strategis tersebut, hadir di tengah fakta mengejutkan dari Indonesia Anti Scam Center yang mencatat 432.637 aduan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp 9,1 triliun sepanjang periode November 2024 hingga Januari 2026.

Melalui kampanye JEDA, masyarakat diajak untuk berhenti sejenak selama 10 detik, sebelum melakukan transaksi atau merespons informasi yang mencurigakan.

Eksperimen Sosial: Baby Boomers Paling Rentan Kegocek

Dalam eksperimen sosial yang digelar Blibli pada 19 Februari hingga 31 Maret 2026, terungkap data menarik mengenai perilaku lintas generasi.

Melibatkan lebih dari 158.000 partisipan melalui platform jeda10detik.com, ditemukan bahwa kelompok usia 65 tahun ke atas atau Baby Boomers justru menjadi kelompok paling reaktif.

  • Baby Boomers (65+): Memiliki tingkat klik terhadap konten clickbait sebesar 7,06 persen.
  • Gen Z (18-24 tahun): Terpaku pada angka 3,43 % , menunjukkan kewaspadaan yang relatif lebih baik.
  • Distribusi Gender: Ternyata kerentanan bersifat universal, dengan komposisi 52 % perempuan dan 48 % laki-laki yang terjebak perilaku impulsif.
  • Waktu Rawan: Masyarakat paling rentan melakukan kesalahan saat jam sibuk, yakni pukul 09.00, 11.00, 13.00, dan 15.00 WIB.

"Inisiatif ini bertujuan mendorong kebiasaan pause culture untuk berhenti sejenak sebelum bertindak. Blibli ingin mengajak masyarakat mengambil JEDA 10 detik agar lebih bijak dan tidak mudah terpantik," ungkap Nazrya Octora, Head of PR Blibli, Rabu (29/4/2026).

Dukungan Lintas Sektor: Mitigasi Risiko Transaksi

Kepala Grup Pelindungan Konsumen Bank Indonesia, Diana Yumanita, menegaskan bahwa kebiasaan 'jeda' adalah lapisan perlindungan pertama.

Menurutnya, banyak kasus kerugian finansial bukan karena sistem yang lemah, melainkan keputusan yang diambil terlalu cepat tanpa proses verifikasi.

Senada dengan itu, Immanuel Sibero Tarigan dari Kementerian Perdagangan mengaitkan JEDA dengan momentum Hari Konsumen Nasional 2026. Konsep BIJAK (Baca, Ingat, Jauhi, Adukan, Kritis) yang diusung pemerintah, dinilai sangat relevan dengan praktik berhenti sejenak 10 detik sebelum bertransaksi.

Perspektif Psikologis: Melatih Kendali Diri

Psikolog Irma Agustina menjelaskan, bahwa secara kognitif, jeda singkat dapat membantu menurunkan respons impulsif. Menarik napas dalam atau menutup mata selama beberapa detik mampu memberikan kejernihan pikiran sebelum mengambil keputusan penting.

"Dengan mengalihkan energi impulsif menjadi aktivitas yang memuaskan secara kognitif, kita sebenarnya sedang melatih kendali diri dengan cara yang menyenangkan," jelas Irma.

Hasil eksperimen menunjukkan, bahwa 7 dari 10 warga merasa lebih tenang dan mampu mengambil keputusan lebih baik setelah melakukan JEDA 10 detik.

Sebagai pelopor ekosistem perdagangan omnichannel, Blibli berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi digital demi menciptakan ekosistem belanja yang aman, tepercaya dan tangguh menghadapi dinamika penipuan online yang semakin canggih.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved