Minggu, 19 April 2026

Pertamina Patra Niaga: Selamatkan Ikan Belida dan Bangun Ekonomi Masyarakat Sungai Musi

Pertamina Patra Niaga sukses pulihkan ekosistem Sungai Musi lewat program Belida Musi Lestari. Penjualan ikan melonjak bagi nelayan lokal

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen Pertamina Patra Niaga
BELIDA MUSI LESTARI - Karyawan dari Pertamina Patra Niaga saat melakukan pendampingan pada kegiatan pembudidayaan ikan Belida. Mereka tergabung dalam program Belida Musi Lestari. 
Ringkasan Berita:
  • Program Belida Musi Lestari berhasil mengonservasi 4 jenis ikan Belida khas Sumatera Selatan yang hampir punah.
  • Pemberdayaan ekonomi melalui 5 pilar berdikari meningkatkan pendapatan nelayan hingga 809 persen atau Rp 750 juta.
  • Mengatasi limbah dengan mengolah 36 ton sampah makanan menjadi pakan ikan (pellet food waste).

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Pertamina Patra Niaga mengambil peran strategis dalam memulihkan ekosistem Sungai Musi, Sumatera Selatan (Sumsel). Langkah ini, diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Belida Musi Lestari.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun menjelaskan, program ini telah berjalan sejak 2022 melalui unit Kilang Plaju. 

Inisiatif tersebut, merupakan respons cepat atas ancaman kepunahan ikan endemik Belida di habitat aslinya.

"Praktik penangkapan yang tak terkendali memicu degradasi ekosistem serius. Padahal, Ikan Belida adalah jati diri warga Sumsel dan bahan baku utama pempek otentik," ujar Roberth pada Senin (13/4/2026).

Baca juga: Konservasi Ikan Belida, Kilang Pertamina: Upaya Selamatkan Identitas Sungai Musi Palembang

Model Ekosistem Perikanan Berdikari

Guna mengatasi kerusakan lingkungan dan kerentanan ekonomi nelayan, Pertamina menerapkan pendekatan holistik. Strategi ini dijalankan melalui lima pilar utama untuk menciptakan kemandirian masyarakat, antara lain:

  • Berdikari Benih: Menjamin ketersediaan benih ikan secara mandiri.
  • Berdikari Proses: Standarisasi tata kelola budidaya yang efisien.
  • Berdikari Pakan: Inovasi pengolahan pakan mandiri untuk memangkas biaya operasional.
  • Berdikari Produk: Hilirisasi hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.
  • Berdikari Pengetahuan: Transfer ilmu melalui pusat pembelajaran masyarakat.

“Program ini tidak memberikan bantuan instan yang bersifat sementara, melainkan membangun sistem yang mandiri dari hulu hingga ke hilir. Hasilnya pun nyata, kini telah terbentuk 30 sentra perikanan terintegrasi,” terang Roberth.

Lompatan Finansial dan Dampak Lingkungan

Dampak ekonomi dari program ini tercatat sangat signifikan. Penjualan ikan dilaporkan melonjak hingga 809 persen atau setara dengan Rp 750 juta, yang menjadi simbol pulihnya daya beli nelayan lokal.

Dari aspek lingkungan, Pertamina berhasil mengolah 36 ton sampah makanan menjadi pellet food waste. 

 “Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol pulihnya daya beli dan kesejahteraan keluarga nelayan di sepanjang bantaran Sungai Musi,” tutur Roberth.

Selain itu, empat jenis Ikan Belida khas Sumatera Selatan yang sebelumnya terancam punah, kini berhasil dikonservasi dengan baik.

Apresiasi publik terhadap program ini terlihat dari skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai 98,26 persen. Nilai SROI (Social Return on Investment) sebesar 1,76, juga menunjukkan bahwa investasi sosial ini menghasilkan manfaat berlipat bagi masyarakat dan alam.

“Program Belida Musi Lestari, adalah bukti nyata bahwa kerusakan lingkungan dapat diatasi melalui kolaborasi dan inovasi. Dengan menyatukan aspek konservasi Ikan Belida dan pemberdayaan ekonomi berbasis kemandirian, program ini tidak hanya menyelamatkan ekosistem Sungai Musi, tetapi juga membangun benteng ketahanan ekonomi masyarakat lokal,” pungkas Roberth.

Perlindungan Ikan Belida

Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2021, Ikan Belida (Chitala hypselonotus) telah ditetapkan sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh. 

Penurunan populasi Ikan Belida di Sungai Musi, disebabkan oleh perubahan kualitas air dan hilangnya daerah pemijahan akibat alih fungsi lahan di bantaran sungai.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved