Selasa, 14 April 2026

Ericsson Indonesia : 5G Pondasi Percepatan Adopsi AI di Indonesia

Kecepatan reaksi AI menjadi faktor kunci yang memengaruhi kepuasan pelanggan secara umum terhadap jaringan.

istimewa/Ericsson Indonesia
PONDASI UTAMA - Ronni Nurmal selaku Head of Government & Industry Relations Ericsson Indonesia, memaparkan pentingnya teknologi 5G sebagai pondasi utama percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Laporan Ericsson ConsumerLab 2026, yaitu adopsi AI dorong kebutuhan jaringan 5G dengan uplink lebih tinggi.
  • Integrasi AI, cloud, dan mobile butuh performa jaringan konsisten. Jaringan 5G jadi pondasi menuju 6G.
  • Global 5G diprediksi capai 6,4 miliar pelanggan 2031, sementara Indonesia targetkan jangkauan 32 persen di tahun 2030.  

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Seiring meningkatnya penggunaan AI di Indonesia, 5G akan menjadi pondasi yang memungkinkan masyarakat menikmati berbagai perangkat dan aplikasi berbasis AI.

Laporan terbaru Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap, pesatnya adopsi AI turut mendorong perubahan signifikan pada pola penggunaan data seluler, di mana permintaan terhadap uplink meningkat seiring berpindahnya pengguna dari konsumsi konten secara pasif ke kreasi konten yang interaktif. 

Kecepatan reaksi AI sudah menjadi faktor kunci yang memengaruhi kepuasan pelanggan secara umum terhadap jaringan.

Personalisasi Layanan

Seiring dengan konvergensi antara AI, cloud, dan mobile, perangkat akan terus mengirimkan data ke cloud untuk pembelajaran real-time dan personalisasi layanan. 

Baca juga: Mahasiswa Ubaya Terapkan Sistem Artificial Intelligence pada Tangan Prostetik Sesuai Gerakan Otot

Pada 2030, jumlah pengguna yang memanfaatkan AI di luar ponsel pintar dan laptop akan meningkat dua kali lipat, mencakup perangkat seperti smartwatch, kacamata pintar, asisten smart car, dan sebagainya.

Butuh Performa Jaringan yang Konsisten

Head of Government & Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal mengatakan, peralihan menuju penggunaan AI di berbagai perangkat membutuhkan performa jaringan yang konsisten di mana pun. 

Hal ini menuntut operator untuk menghadirkan optimasi jaringan yang mengutamakan kebutuhan AI.

"Teknologi 5G serta arsitektur yang siap untuk masa depan menjadi krusial untuk mengakomodasi pertumbuhan data dan keperluan uplink yang berkembang pesat," ujarnya, dikutip SURYA.co.id, Rabu (8/4/2026).

Adopsi 5G Tumbuh Siginifan

Secara global, adopsi 5G terus menunjukan pertumbuhan signifikan. 

Jumlah pelanggan 5G diperkirakan mencapai 2,9 miliar pada akhir 2025 dan melonjak hingga 6,4 miliar pada 2031.

Bahkan, lebih dari 50 persen penggunaan data seluler diproyeksikan akan didominasi oleh jaringan 5G dalam periode tersebut. 

Di Indonesia, Komdigi menargetkan pertumbuhan jangkauan 5G untuk mencapai 32 persen di tahun 2030.

Pengunaan Data Secara Global

Ericsson Mobility Report juga mencatat bahwa penggunaan data secara global mencapai 21 GB per smartphone per bulan pada 2025. 

Angka ini diprediksi akan terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital berbasis video dan aplikasi berbasis AI. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved