Minggu, 3 Mei 2026

PT Terminal Teluk Lamong Targetkan Arus Petikemas Tembus 3 Juta TEUs di 2026

PT Terminal Teluk Lamong targetkan arus petikemas 3.048.275 TEUs di 2026, naik 7,82% meski ada tantangan perlambatan ekonomi global.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Sri Handi Lestari
TARGET NAIK 7,82 PERSEN - Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait saat Media Gathering 2026 Pelindo Terminal Petikemas Group di Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (3/3/2026). Dalam kesempatan itu, David menyampaikan di tahun 2026 ini, TTL mentargetkan peningkatan arus petikemas yang mencapai 3.048.275 TEUs atau tumbuh 7,82 persen dibandingkan realisasi tahun 2025. 

Ringkasan Berita:
  • PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menargetkan total arus petikemas mencapai 3.048.275 TEUs pada 2026, tumbuh 7,82 persen dari tahun sebelumnya.
  • Target arus curah kering juga dipatok naik 18,28 persen menjadi 4,2 juta ton didukung penambahan infrastruktur dan alat berat.
  • Strategi utama meliputi penguatan petikemas internasional, digitalisasi melalui Terminal Booking System Tahap 2, dan optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menargetkan peningkatan arus petikemas yang mencapai 3.048.275 TEUs pada tahun 2026 ini.

Target tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,82 persen dibandingkan dengan realisasi capaian pada tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama TTL, David Pandapotan Sirait, dalam acara Media Gathering 2026 Pelindo Terminal Petikemas Group di Surabaya, Selasa (3/3/2026).

"Tahun 2026 akan menjadi fase krusial dalam perjalanan perusahaan dengan target kerja ambisius yang fokus pada pertumbuhan kinerja operasional dan penguatan daya saing di tengah tantangan global," kata David.

Secara rinci, arus petikemas internasional ditargetkan sebesar 455.279 TEUs atau meningkat 18,99 persen dari realisasi tahun 2025 yang mencapai 382.614 TEUs.

Sementara itu, arus petikemas domestik diproyeksikan menyentuh angka 2.592.996 TEUs, tumbuh 6,07 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 2.444.651 TEUs.

Selain sektor petikemas, TTL juga membidik kenaikan pada arus curah kering (cukar) sebesar 4.207.890 ton pada tahun 2026.

Angka ini meningkat 18,28 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar 3.557.487 ton.

"Target ini menunjukkan optimisme perusahaan terhadap peningkatan aktivitas logistik dan perdagangan, baik domestik maupun internasional," jelas David.

Strategi Menghadapi Tantangan Global

Manajemen TTL menetapkan sejumlah fokus kerja untuk menjawab tantangan ekonomi global, termasuk prediksi penurunan pertumbuhan ekonomi dunia (GDP Global) ke level 2,4 persen.

Kondisi ini diprediksi akan memengaruhi pertumbuhan petikemas di lingkungan Pelindo Grup, ditambah dengan ekspansi kompetitor di berbagai kawasan strategis.

Beberapa dinamika persaingan yang diantisipasi meliputi kawasan GSMP, EJMT, Maspion, JIIPE, hingga TPS Surabaya.

Namun, peluang tetap terbuka lebar seiring pertumbuhan ekspor Indonesia pasca kebijakan tarif Liberation Day, di mana tarif Indonesia sebesar 10 persen relatif lebih rendah dibandingkan China dan Vietnam.

Untuk menangkap peluang tersebut, TTL menyiapkan langkah-langkah strategis sebagai berikut:

  • Optimalisasi aspek safety operasional dalam setiap layanan.
  • Penguatan petikemas internasional sebagai mesin pertumbuhan utama.
  • Optimalisasi kesiapan peralatan dan sinergi kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
  • Optimalisasi bisnis agar tidak hanya bergantung pada pertumbuhan organik.
  • Konsolidasi internal dan peningkatan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.
Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved