Rabu, 22 April 2026

PLN Rencanakan Pembangunan PLTA Pumped Storage 1.000 MW di Pacitan

Proyek strategis berkapasitas 1.000 Megawatt (MW) ini diproyeksikan menjadi PLTA Pumped Storage terbesar kedua di Indonesia

istimewa
KOORDINASI PEMDA - Manager PT PLN (Persero) UPP JBTB 1 Yogyakarta, Wahyu Kurniawan (empat dari kiri) saat menyerahkan cinderamata mata kepada Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, di Ruang Rapat Bupati pada Selasa (24/2/2026). Pertemuan itu dalam rangka koordinasi terkait rencana pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu di Kabupaten Pacitan, yang berkapasitas 1.000 Megawatt (MW) dan diproyeksikan menjadi PLTA Pumped Storage terbesar kedua di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • PLN rencanakan pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu 1.000 MW di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, PLTA ini akan menjadi yang terbesar kedua di Indonesia.
  • Proyek masuk RUPTL 2025-2034, jadi tulang punggung sistem listrik Jatim-Bali, sekaligus solusi penyimpanan energi terbarukan.
  • Pemerintah daerah mendukung penuh, diharapkan beri manfaat lingkungan, membuka lapangan kerja, dan mendorong ekonomi lokal Pacitan.
 

 

SURYA.co.id, SURABAYA  - PT PLN (Persero) memperkuat komitmen akselerasi transisi energi bersih melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage Grindulu di Kabupaten Pacitan.

Proyek strategis berkapasitas 1.000 Megawatt (MW) ini diproyeksikan menjadi PLTA Pumped Storage terbesar kedua di Indonesia.

General Manager PLN UIP JBTB, Moh Fathol Arifin, menegaskan proyek PLTA Pumped Storage Grindulu merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission.

Baca juga: PLN NP Bedah Rumah Pensiunan di Surabaya, Wujud Apresiasi Bagi Pejuang Energi

"Infrastruktur ini bukan sekadar pembangkit, melainkan solusi penyimpanan energi masa depan," kata Fathol dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Kamis (26/2/2026).

Tulang Punggung Baru Sistem Kelistrikan

PLTA Pumped Storage Grindulu akan menjadi tulang punggung baru bagi sistem kelistrikan di wilayah Jawa Bagian Timur dan Bali. 

Dengan kapasitas 1.000 MW, proyek ini berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten.

"Kami berkomitmen untuk melaksanakan proses prakonstruksi dan pembangunan dengan standar lingkungan dan sosial yang ketat, demi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," jelas Fathol.

Terkait pembangunan ini, pihaknya bersama perwakilan PLN (Persero) dan PLN UPP JBTB 1 Yogyakarta, PLN ULTG Madiun, serta perwakilan manajemen PLN UIP JBTB, telah melakukan pertemuan koordinasi dengan Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, di Ruang Rapat Bupati pada Selasa (24/2/2026).

Uji Kelayakan Pembangunan

Dalam pertemuan itu, Manager PT PLN (Persero)  UPP JBTB 1 Yogyakarta, Wahyu Kurniawan, menambahkan proyek ini merupakan bagian krusial dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

"Kami sedang menyiapkan uji kelayakan (feasibility study) untuk pembangunan di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, dan Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo. PT PLN (Persero) berharap proyek ini memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal Pacitan," ungkap Wahyu.

Berbeda dengan PLTA konvensional, teknologi Pumped Storage berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi skala besar (giant battery).

Sistem ini memiliki dua waduk (atas dan bawah) yang dihubungkan melalui terowongan air dan unit turbin pompa, yang sangat efektif untuk menjaga keandalan sistem saat beban puncak.

Pusat Inovasi Energi di Indonesia

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap proyek hijau ini.

Ia optimistis kehadiran PLTA ini akan menempatkan Pacitan sebagai pusat inovasi energi di Indonesia.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved