BI Targetkan 17 Miliar Transaksi QRIS pada 2026, Ekspansi ke 8 Negara Mitra
Bank Indonesia targetkan 17 miliar transaksi QRIS & ekspansi ke 8 negara pada 2026. Simak strategi 17-8-4-5 untuk perkuat UMKM Indonesia
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Bank Indonesia menargetkan 17 miliar transaksi dan 60 juta pengguna QRIS pada tahun 2026.
- Jangkauan internasional QRIS akan diperluas ke 8 negara, termasuk penjajakan dengan China, India, dan Korea Selatan.
- 95 persen merchant QRIS adalah usaha mikro, BI siapkan program QRIS Star untuk tingkatkan daya saing UMKM.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bank Indonesia (BI) mematok target ambisius untuk layanan QRIS pada tahun 2026 dengan mengusung semangat kemerdekaan 17-8-4-5, mulai dari pencapaian 17 miliar transaksi hingga ekspansi operasional ke delapan negara mitra.
Target besar ini mencakup 17 miliar volume transaksi, operasional di 8 negara, 45 juta merchant dan 60 juta pengguna. Simbol angka ini diambil dari momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi digital nasional.
Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Willy Togi, menjelaskan bahwa strategi ini merupakan bagian dari perluasan akses sistem pembayaran ke seluruh lapisan masyarakat.
Target Ambisius Berbasis Capaian Eksponensial
Penyusunan target tahun 2026 ini merujuk pada performa positif sepanjang tahun 2025. Hingga Desember 2025, QRIS mencatat realisasi yang luar biasa:
- Jumlah merchant mencapai 42,75 juta.
- Jumlah pengguna menyentuh 59,53 juta.
- Volume transaksi menembus angka 15,51 miliar.
"Target 17 miliar transaksi menunjukkan dorongan agar QRIS semakin menjadi pilihan utama masyarakat. Fokus kami di 2026 adalah penguatan inovasi dan internasionalisasi," ujar Willy dalam forum Capacity Building Media Jawa Timur 2026 di Bandung pada Sabtu (14/2/2026).
Ekspansi ke 8 Negara: China dan India Masuk Radar
Salah satu poin krusial dalam target 2026 adalah penguatan cross-border QR payment linkage. Saat ini, QRIS sudah bisa digunakan di empat negara, yakni Thailand, Jepang, Malaysia dan Singapura.
BI tengah menjajaki kerja sama dengan empat negara baru untuk melengkapi target delapan negara mitra:
- Korea Selatan
- China
- India
- Uni Emirat Arab
Willy menyebutkan, sistem ini menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT). Mekanisme ini, memungkinkan konversi langsung antar-mata uang lokal tanpa melalui pihak ketiga, sehingga biaya transaksi lebih murah dan efisien bagi wisatawan maupun pedagang.
Pemberdayaan UMKM dan Program QRIS Star
Sektor usaha mikro tetap menjadi tulang punggung QRIS, di mana 95 persen dari total merchant berasal dari level akar rumput. BI berkomitmen memperkuat inklusi keuangan melalui literasi digital yang masif.
Pada 2026, BI akan meluncurkan program kampanye tematik bertajuk "QRIS Jelajah Kuliner Indonesia". Dalam program ini, merchant unggulan akan dikurasi dan mendapat predikat sebagai "QRIS Star".
"Ini bukan sekadar angka statistik. Kami ingin UMKM tidak lagi terbatas pada transaksi tunai atau domestik, tetapi terhubung ke pasar global melalui satu standar QR," tegas Willy.
Evolusi QRIS di Indonesia
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) diluncurkan pertama kali oleh Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019. Tujuannya adalah menyatukan berbagai macam QR Code dari beragam Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).
Dengan prinsip UNGGUL (Universal, Gampang, Untung dan Langsung), QRIS kini bertransformasi dari sekadar alat bayar domestik menjadi instrumen transaksi internasional yang mendukung kedaulatan ekonomi digital Indonesia di kancah global.
QRIS
Bank Indonesia
ekonomi digital
transaksi digital
pembayaran nontunai
UMKM
info finansial
Meaningful
Multiangle
| Sosok Abdullah Mahasiswa Asal Bondowoso yang Kuliah di Iran, Kini Berhasil Dipulangkan |
|
|---|
| Warga Surabaya dan Pendatang Apresiasi Parkir QRIS di Taman Bungkul, Dinilai Lebih Praktis |
|
|---|
| Sosok Mohsen Rezaee Petinggi Iran yang Tantang Trump dan Ejek AS Tak Berani Seberangi Selat Hormuz |
|
|---|
| Ratusan Warga Surabaya Ikuti Pelatihan BHD PPNI, Siap Jadi Penolong Pertama di Kondisi Darurat |
|
|---|
| Sosok Hendri Satrio, Analis yang Prediksi 3 Kriteria Menteri Bakal Kena Reshuffle Kabinet Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/simulasi-QRIS-untuk-cross-border-QR-payment-linkage-dengan-beberapa-negara.jpg)