Rabu, 22 April 2026

PT Pos Indonesia Perkuat Distribusi Pangan Lewat Program GPIPS

PT Pos Indonesia dukung ketahanan pangan nasional dan kendalikan inflasi melalui penguatan logistik dalam program GPIPS.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Pos Indonesia
STABILITAS PANGAN - EVP Enterprise Business Pos Indonesia, Dino Aryadi bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P Gozali dan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, saat kegiatan GPIPS Wilayah Sumatera 2026 yang digelar di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Dalam kesempatan itu, Dino menegaskan PT Pos Indonesia aktif dalam mendukung program GPIPS. 
Ringkasan Berita:
  • PT Pos Indonesia berperan aktif dalam Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk menjaga stabilitas harga pangan.
  • Perusahaan mengoptimalkan jaringan logistik dan digitalisasi untuk mempercepat distribusi komoditas hingga ke pelosok Tanah Air.
  • Sinergi antarlembaga diperkuat guna menghadapi tantangan inflasi pangan yang tercatat mencapai 3,55 persen pada Januari 2026.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Pos Indonesia (Persero) berkomitmen berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Hal ini disampaikan EVP Enterprise Business Pos Indonesia, Dino Aryadi, dalam rangkaian kegiatan GPIPS Wilayah Sumatera 2026.

Dino menyebutkan, Pos Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi pangan dan memperkuat konektivitas antarwilayah melalui jaringan logistik yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk jangkauan luas di Jawa Timur dan Surabaya.

Kekuatan Jaringan Logistik Nasional

“Dengan kekuatan jaringan, SDM, serta infrastruktur logistik yang menjangkau hingga pelosok Tanah Air, Pos Indonesia siap menjadi bagian penting dalam memperlancar arus komoditas pangan dan mendukung stabilitas harga,” kata Dino dalam rilisnya yang diterima SURYA.co.id, Jumat (13/2/2026).

Menurut Dino, tantangan yang dihadapi pemerintah dalam pengendalian inflasi pangan semakin kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim hingga karakteristik pasokan pangan yang musiman. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, BUMN logistik dan pelaku usaha.

“Kami berkomitmen memastikan distribusi komoditas pangan berjalan efisien, cepat, dan tepat sasaran. Optimalisasi layanan, dukungan armada, hingga digitalisasi logistik menjadi fokus kami untuk membantu menjaga rantai pasok tetap kuat,” lanjutnya.

Strategi Pengendalian Inflasi

GPIPS menjadi strategi baru dalam menjaga stabilitas harga. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P Gozali, menegaskan bahwa GPIPS dirancang sebagai pendekatan menyeluruh untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui tiga strategi utama.

  • Peningkatan produksi pangan.
  • Kelancaran distribusi logistik.
  • Penguatan sinergi pusat dan daerah.

Ricky mengungkapkan bahwa inflasi nasional pada Januari 2026 meningkat menjadi 3,55 persen (yoy), terutama dipengaruhi kelompok pangan bergejolak.

“Upaya pengendalian inflasi pangan harus terus diperkuat agar tetap berada pada kisaran 3–5 persen,” terang Ricky.

Sebagai bagian dari rangkaian GPIPS, diselenggarakan pula temuwicara bersama petani dan UMKM, penyerahan bantuan sarana prasarana pertanian, serta pemberangkatan truk komoditas untuk memastikan stok pangan aman bagi masyarakat.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved