Rabu, 13 Mei 2026

HIPMI Jawa Timur Pacu Pengusaha Muda Naik Kelas Lewat Rakerda ke-XVII dan Forbisda di Surabaya

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur mendorong pengusaha muda untuk dapat memperluas akses

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa HIPMI Jatim
HIPMI JATIM - Kegiatan press conference HIPMI Jatim membahas Rakerda ke-XVII dan Forbisda yang memfokuskan pada menaikan kelas para pengusaha muda melalui perluasan akses jaringan bisnis sekaligus peluang baru skala usaha. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur mendorong pengusaha muda untuk dapat memperluas akses dan jaringan bisnisnya, sekaligus memperoleh peluang baru untuk memperbesar skala usaha.

Melalui dua agenda besar, yakni Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-XVII dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda), pada 23 Oktober 2025 mendatang di Hotel Westin Surabaya, organisasi ini menitikberatkan program pada upaya menaikkan kelas usaha para anggota, mulai dari skala kecil hingga menengah.

‎Ketua Umum HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf, menjelaskan, bahwa Rakerda ini bukan seremonial tetapi akan membahas dan mengesahkan program kerja resmi untuk masa bakti 2025–2028.

Baca juga: HIPMI Jatim Komitmen Jaga Kondusivitas Iklim Investasi dan Perdagangan di Jawa Timur

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ajang konsolidasi organisasi guna memperkuat soliditas antaranggota, pengurus BPD, dan seluruh jaringan HIPMI di Jawa Timur.

“Kami ingin memberikan impact nyata, terutama dalam memperluas jejaring dan energi bisnis anggota," ujarnya di Surabaya, Rabu (15/10/2025).

‎‎Sejalan dengan itu, agenda Forum Bisnis Daerah (Forbisda) dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor. 

Baca juga: Bahas Kunci Sukses Wirausahawan Muda, Ketua HIPMI Ponorogo Ajak Adaptasi Teknologi dan AI

“Fokus utama di kepengurusan kami adalah memastikan setiap anggota HIPMI, dari Pacitan hingga Banyuwangi, memperoleh hak akses seluas-luasnya terhadap fasilitas pengembangan usaha, pembiayaan, dan pasar. Tujuan akhirnya adalah mencetak pengusaha muda yang unggul, handal, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Timur,” lanjut Ahmad Salim Assegaf.

Dari 3.000 anggota aktif, sekitar 50–60 persen disebut merupakan pelaku UMKM di berbagai bidang, seperti food and beverage, teknologi, dan jasa kreatif lainnya.

‎‎Meski demikian, HIPMI Jatim tidak hanya berfokus pada pelaku usaha kecil. Porsi 40 persen anggota lainnya yang berada di level menengah juga menjadi perhatian penting.

“Kami meyakini, ketika pengusaha kelas menengah naik kelas, maka nilai ekonomi daerah juga ikut meningkat. Karena itu, kami akan konsentrasi memberikan dukungan pada sektor ini agar mampu menjadi penggerak utama ekonomi regional,” tegasnya.

Ia menyampaikan masalah klasik soal perizinan, akses perbankan, dan keterbatasan pasar masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha.

Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen untuk membuka tiga akses utama tersebut. 

Langkah ini diyakini dapat membantu pelaku usaha agar benar-benar naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional.

‎‎Ketua OC Rakerda ke-XVII dan Forbisda HIPMI Jawa Timur, Septrianto Maulana, menyampaikan bahwa seluruh persiapan kegiatan yang akan digelar pada 23 Oktober mendatang kini telah memasuki tahap finalisasi.

Antusiasme peserta pun luar biasa tinggi, terbukti hingga hari ini tercatat lebih dari 450 peserta yang telah memastikan kehadiran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved