Sabtu, 23 Mei 2026

Dampak Cuaca Buruk, Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Macet

Antrean kendaraan terpantau mengular hingga 3 kilometer sejak pagi, didominasi truk logistik dan kendaraan besar.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
istimewa
MACET - Kemacetan para di jalur menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jumat (22/5/2026). Kemacetan disebabkan cuaca buruk di Selat Bali. 

Ringkasan Berita:
  • Kemacetan Situbondo–Banyuwangi terjadi akibat cuaca buruk di Selat Bali, antrean kendaraan logistik mengular hingga 3 km.
  • Operasional penyeberangan tetap berjalan, namun proses sandar dan bongkar muat kapal lebih lama karena kondisi air surut dan gelombang tinggi.
  • ASDP dan BPTD lakukan pengaturan pola operasi kapal, optimalisasi kantong parkir, serta imbau pengguna jasa merencanakan perjalanan dengan baik.

 

SURYA.co.id, BANYUWANGI - Kemacetan parah melanda jalur Situbondo–Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang, Jumat (22/5/2026), imbas cuaca buruk di perairan Selat Bali.

Antrean kendaraan terpantau mengular hingga 3 kilometer sejak pagi, didominasi truk logistik dan kendaraan besar.

Kendaraan roda dua relatif lancar karena bisa menyalip di kanan-kiri kendaraan yang terjebak macet.

Pada malam sebelumnya, ekor kemacetan lebih panjang, mencapai lebih dari 5 km.

Cuaca di Selat Bali Alami Perubahan

Pihak ASDP Ketapang menyatakan, cuaca di perairan Selat Bali sejak Rabu (20/5/2026) malam mengalami perubahan yang cukup dinamis.

Baca juga: Gagal Kabur ke Jawa, Pelaku Curanmor Dibekuk di Tengah Laut Selat Bali

"Sehingga berdampak pada penyesuaian operasional penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk," kata GM ASDP Cabang Ketapang Arief Eko.

Proses Pelayanan Kapal Terganggu

Situasi tersebut menyebabkan proses pelayanan kapal terganggu.

Khususnya saat manuver sandar dan aktivitas bongkar muat kendaraan.

"Itu harus dilakukan secara lebih cermat dan hati-hati dengan mengedepankan aspek keselamatan pelayaran. Dampaknya, terjadi antrean kendaraan logistik di sejumlah titik area pelabuhan," ujar dia.

Operasional Penyeberangan Tetap Berjalan

Di tengah kondisi tersebut, ia menyatakan, operasional penyeberangan tetap berjalan.

ASDP bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan terus melakukan langkah-langkah penanganan secara bertahap. 

Mulai dari pengaturan pola operasi kapal hingga optimalisasi area kantong parkir Bulusan.

"ASDP memahami situasi ini dapat mempengaruhi kenyamanan perjalanan pengguna jasa. Karena itu, perusahaan terus memaksimalkan layanan agar arus penyeberangan tetap bergerak dengan aman, tertib, dan terkendali sesuai kondisi cuaca di lapangan," katanya.

Proses Bongkar Muat Lebih Lama

Pengguna jasa juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memantau informasi resmi operasional penyeberangan, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran bersama.

Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Ketapang, Rahut, mengatakan, cuaca buruk mengakibatkan kapal sulit sandar.

Sehingga, proses bongkar muat memakan waktu lebih lama ketimbang biasanya.

"Kondisi air surut di Dermaga LCM di kedua sisi pelabuhan juga membuat proses bongkar muat tidak maksimal," katanya. 

BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved