Jumat, 1 Mei 2026

Harga Plastik Melambung, Besek Bambu Buatan Warga Papring Banyuwangi Kini Jadi Primadona

Besek bambu buatan warga Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kini jadi primadona

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
istimewa
BESEK - Perajin besek bambu di Lingkungan Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Pesanan semakin meningkat usai harga plastik melonjak. 

Ringkasan Berita:
  • Harga plastik naik membuat besek bambu dari Papring, Banyuwangi, diminati masyarakat sebagai alternatif ramah lingkungan.
  • Pesanan melonjak hingga pembeli harus inden. Harga besek naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 2.500 per biji.
  • Permintaan tinggi berdampak positif, banyak warga ikut membuat besek untuk memenuhi pesanan, digunakan sebagai kemasan makanan dan hampers.  

 

SURYA.co.id, BANYUWANGI - Lonjakan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir mendorong masyarakat beralih ke wadah ramah lingkungan. 

Besek bambu buatan warga Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kini jadi primadona

Widie Nurmahmudy, salah satu tokoh Lingkungan Papring, mengatakan, pesanan besek bambu melonjak sejak harga kantong plastik melonjak tajam.

"Seminggu ini pesanan jauh meningkat. Pemesan sampai harus inden," kata Widie kepada SURYA.co.id, Jumat (17/4/2026).

Diborong untuk Dijual Kembali

Menurut Widie, pesanan didominasi pembeli yang memborong besek bambu dalam jumlah besar. Mereka umumnya memborong untuk dijual kembali.

Tingginya pesanan membuat harga besek ikut naik. 

Baca juga: PKL di Alun-alun Gresik Terdampak Harga Plastik Naik Drastis, Berharap Harga Kembali Turun 

Dulu, tiap biji besek dijual Rp 1.500 per biji. 

Saat ini, harganya naik menjadi Rp 2.500 per biji. 

Meskipun begitu, besek tetap diminati karena dianggap lebih awet dan tanah lama dibanding sebagian banyak kantong plastik.

Permintaan Tinggi

Di sisi lain, permintaan tinggi akan besek bambu berdampak positif kepada warga Papring. 

Perajin yang sebelumnya terbatas kini menjadi lebih banyak. 

Semakin banyak warga yang terlibat untuk membuat besek bambu untuk memenuhi pesanan pembeli.

"Dulu perajin mengerjakan sendiri. Kini karena banyak permintaan, mereka mengajak ibu-ibu lain untuk membuatnya," tutur dia.

Hal tersebut dilakukan agar seluruh pesanan yang masuk bisa terpenuhi. Sehingga, pembeli tidak harus menunggu terlalu lama untuk bisa mendapat pesanannya.

Dipakai untuk Kemasan Makanan

Menurut Widie, besek bambu oleh para pembeli banyak digunkana untuk kemasan makanan, hampers, dan kebutuhan lain. 

Selain naiknya harga kantong plastik, besek bambu juga lebih unggul karena lebih ramah lingkungan.

"Besek bisa dipakai berulang kali, tahan air, dan semakin awet saat terkena panas. Yang penting adalah ramah lingkungan," tutur dia. 

BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved