Minggu, 26 April 2026

Ini Pesan Rhenald Kasali pada ASN Pemkab Banyuwangi saat Hadapi Era Quantum Age

Pemkab Banyuwangi mendatangkan pakar manajemen dan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali,

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
istimewa/Humas Pemkab Banyuwangi
PENGUATAN ASN - Prof. Rhenald Kasali dalam Capacity building ASN Go Digital: Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi untuk Pemerintahan Masa Depan, yang diikuti ribuan ASN Pemkab Banyuwangi di Banyuwangi, Senin sore(15/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Perubahan cara kerja ASN, menghadapi era baru yang disebut Quantum Age, sebuah fase perubahan yang bergerak sangat cepat, kompleks, dan sulit diprediksi
  • Prof. Rhenald Kasali sebut manusia ke depan akan bekerja berdampingan dengan mesin, termasuk kecerdasan buatan. Ia mengingatkan ASN bijak menggunakan teknologi agar tidak melanggar ruang personal masyarakat
  • Rhenald menekankan birokrasi masa depan harus berani berinovasi dan berkolaborasi, tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial

 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi mendatangkan pakar manajemen dan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, dalam Capacity building ASN Go Digital: Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi untuk Pemerintahan Masa Depan, yang diikuti ribuan ASN Pemkab Banyuwangi di Banyuwangi, Senin (15/12/2025) sore.

Kedatangan Rhenald Khasali untuk menyelaraskan perubahan cara kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam menghadapi era baru yang disebut Quantum Age, sebuah fase perubahan yang bergerak sangat cepat, kompleks, dan sulit diprediksi.

Baca juga: Buka Posko Nataru, Bandara Banyuwangi Layani Perjalanan Udara Dua Pekan Sampai 4 Januari 2026

“Ini adalah era ketika konflik bisa muncul lewat algoritma, keputusan diambil oleh mesin, dan ancaman datang dari kecerdasan buatan, informasi palsu, hingga serangan digital jika tidak disikapi secara bijak,” ujar Rhenald dalam Capacity building ASN Go Digital: Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi untuk Pemerintahan Masa Depan, yang diikuti ribuan ASN Pemkab Banyuwangi di Banyuwangi, Senin sore(15/12/2025). 

Di era kuantum seperti ini, negara bisa terguncang bukan karena kekuatan militer, tetapi oleh kecepatan teknologi yang melampaui kemampuan institusi untuk membaca, merespons, dan mengantisipasi perubahan.

Rhenald menjelaskan, ciri utama era kuantum adalah kecepatan, keterhubungan tanpa batas, serta tingkat ketidakpastian yang tinggi.

Mobilitas manusia, komunikasi virtual, hingga layanan publik kini bergerak jauh lebih cepat dibandingkan masa lalu.

“Dunia tidak lagi berjalan linear. Pemerintah dituntut untuk lincah, adaptif, dan mampu membaca perubahan yang sulit diprediksi,” katanya.

Bekerja Berdampingan dengan AI

Dalam konteks kerja, Rhenald menegaskan manusia ke depan akan semakin bekerja berdampingan dengan mesin, termasuk kecerdasan buatan (AI). Namun, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.

“Risiko terbesar muncul ketika manusia menjadi malas berpikir, kehilangan daya analisis, dan menerima informasi dari AI secara mentah tanpa verifikasi serta kebijaksanaan,” jelas Founder Rumah Perubahan tersebut.

Dia juga mengingatkan era kuantum mengubah cara masyarakat memaknai kebenaran. Informasi sangat bergantung pada konteks, sehingga kebijakan publik harus mampu memahami realitas lapangan yang beragam.

Di sisi lain, keterhubungan digital menuntut kewaspadaan tinggi terhadap isu keamanan data dan privasi.

“ASN harus bijak menggunakan teknologi agar tidak melanggar ruang personal masyarakat,” imbuhnya.

Berani Berinovasi dan Berkolaborasi

Rhenald menekankan birokrasi di masa depan harus berani berinovasi dan berkolaborasi, tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Saya rasa birokrasi masa depan harus lincah, kolaboratif, dan berani melakukan terobosan,” ujarnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved