Banyuwangi Percussion Festival Kenalkan Musik Perkusi Khas Using, Unik dan Otentik
Banyuwangi Percussion Festival perdana digelar pada Jumat (24/10/2025) malam. Kenalkan musik Perkusi Using yang unik, rancak dan energik.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), gelar festival perkusi perdana: Banyuwangi Percussion Festival (BPF) pada 24 Oktober 2025.
- Ajang ini mengenalkan musik Perkusi Using yang unik, otentik, rancak dan energik.
- Musik Perkusi Using merupakan perpaduan gong, klincing, kendang, saron, angklung. Dikenal karena kecepatan pukulan kendangnya, menghasilkan irama rancak dan fleksibel.
SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), kembali menunjukkan kekayaan identitas kulturalnya dengan menggelar ajang khusus, Banyuwangi Percussion Festival (BPF).
Festival perdana ini akan berlangsung pada Jumat (24/10/2025), di Terminal Pariwisata Terpadu, bertujuan mengenalkan keunikan dan otentisitas musik Perkusi Using, yang dikenal dengan kecepatan pukulan hingga menghasilkan harmoni rancak dan energik.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan, Banyuwangi memiliki beragam seni dan budaya yang diwariskan secara turun temurun.
“Ada tari-tarian, tembang, budaya hingga ritual adat. Salah satunya musik Perkusi Using," kata Bupati Ipuk, Selasa (21/10/2025).
Musik Perkusi Using memang menjadi bagian tak terpisahkan dari hampir semua seni budaya Banyuwangi, seperti tari Gandrung dan berbagai acara adat, baik sebagai musik pembuka maupun pengiring.
“Karena itu, kali ini secara khusus kami menggelar Banyuwangi Percussion Festival untuk mengenalkan keelokan seni musik perkusi yang unik dan otentik ini,” imbuh Bupati Ipuk.
Kekhasan Perkusi Using: Rancak dan Fleksibel
Majelis Kehormatan Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Samsudin Adlawi, menjelaskan bahwa Perkusi Using diakui oleh praktisi dan akademisi seni sebagai seni yang khas Banyuwangi, dan tidak ditemukan di daerah lain di nusantara.
Musik ini merupakan perpaduan alat-alat tradisional seperti gong, klincing, rampak kendang, saron dan angklung Using.
“Kekhasan Perkusi Using ada pada kecepatan pukulan kendang yang menghasilkan irama rancak dan energik, yang sampai sekarang belum bisa dinotasikan. Satu lagi kelebihan Perkusi Using ,adalah keluwesannya untuk dipadukan dengan berbagai genre musik,” papar Samsudin.
Irama rancak dan energik ini terus diwariskan ke generasi muda, bahkan menjadi ekstrakurikuler di sekolah-sekolah Banyuwangi.
Samsudin berharap, BPF menjadi panggung tepat bagi seniman musik khas Banyuwangi untuk dikenal lebih luas.
Tiga Grup Lokal dan Satu Grup Tamu Internasional
Kepala Dinas Kominfo dan Persandian, Budi Santoso, menambahkan bahwa Banyuwangi Percussion Festival perdana ini, akan menampilkan empat grup perkusi. Tiga di antaranya adalah grup perkusi kebanggaan Banyuwangi: Damar Art, Munsing (Musik Nada Using) dan JEB (Jiwa Etnik Banyuwangi).
“Damar Art, Munsing dan JEB dimotori oleh kreator musik etnik Banyuwangi. Seniman muda jebolan kampus seni itu, akan bereksperimen dengan komposisi musik inovatif, memadukannya dengan berbagai genre dan kolaborasi penyanyi lokal, sehingga musik etnik Banyuwangi terdengar modern tanpa kehilangan rasa tradisionalnya,” jelas Budi.
Selain grup lokal, festival ini juga akan dimeriahkan oleh grup tamu “Ethno Ensamble” dari Solo, yang mayoritas musisinya adalah mahasiswa dan alumni etnomusikologi ISI Surakarta/Solo.
Mereka akan membawakan komposisi perpaduan berbagai alat perkusi di Indonesia, dan berkolaborasi dengan mahasiswa seni ISI Banyuwangi.
“Grup musik ini kami hadirkan untuk memperkaya wawasan musik perkusi generasi muda Banyuwangi, serta memberikan hiburan nuansa baru bagi penonton,” pungkas Budi, optimis festival ini akan sukses dan berkesan.
Banyuwangi Percussion Festival
Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani
Dewan Kesenian Blambangan (DKB)
Samsudin Adlawi
BPF
berita Banyuwangi
Perkusi Using
| Curhat Pengusaha Laundry di Kabupaten Banyuwangi : Biaya Kebutuhan Produksi Naik |
|
|---|
| Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Dimulai, Audisi Kostum Etnik Talenta Lokal |
|
|---|
| KA Sangkuriang Hubungkan Ketapang Banyuwangi - Bandung, Ada Promo Hingga 50 Persen |
|
|---|
| Bupati Ipuk Ajak Diaspora Banyuwangi Perkuat Jaringan untuk Dorong Investasi |
|
|---|
| Maling Meteran Air di Banyuwangi Kepergok Petugas PUDAM saat Beraksi, Sempat Ngaku Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Perkusi-Using-khas-Banyuwangi-Jatim.jpg)