Berita Surabaya

Mudahkan Belajar Geografi, Mahasiswa Ubaya Buat Media Pembelajaran Dilengkapi Teknologi AR

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lima mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Surabaya menunjukan Flo.Fa.Fer Box. di Teaching Industry Ubaya, Rabu (29/6/2022). Alat Geografi 3in1 ini dibuat untuk membantu siswaSMP memahami materi Geografi tentang Atmosfer, Flora dan Fauna di Indonesia, serta Lapisan Bumi dan bisa menampilkan data di ponsel dengan cara dipindai.

Cara ini digunakan untuk menambah interaksi antara guru dan murid.

“Pada bagian dinding box terdapat peta Indonesia yang digunakan untuk mempelajari penyebaran flora dan fauna di Indonesia,”lanjutnya.

Setelah siswa mengambil kartu dan menjawab pertanyaan, jawaban dapat dicek menggunakan aplikasi CoXifera.

Aplikasi akan mengarahkan pada kamera yang dapat digunakan untuk scan peta Indonesia.

Baca juga: Seruduk Pick Up dari Belakang, Pengendara Yamaha R15 di Kabupaten Ponorogo Tewas

Setelah discan, akan muncul gambar serta nama hewan dan tumbuhan berdasarkan letak petanya.

“Alat yang terintegrasi dengan Augmented Reality (AR) ini juga digunakan untuk mempelajari lapisan bumi pada bagian dalam box. Terdapat miniatur bumi yang tutup atasnya dapat dibuka sehingga memperlihatkan lapisan bumi,” urainya.

Di sampingnya ada stiker dimana ketika di-scan menggunakan kamera pada aplikasi CoXifera, akan muncul video informatif mengenai lapisan bumi.

Clara menyebut penggunaan AR dibuat untuk mempermudah siswa mendapat penjelasan yang lebih mudah dipahami dengan cara yang berbeda dari biasanya.

Pengerjaan dilakukan selama lebih dari satu bulan. Clara menjelaskan kesulitannya bersama tim dalam pembuatan Flo.Fa.Fer Box adalah membentuk pola bumi dan memotong kayu menggunakan mesin.

“Setelah berulang kali berusaha membentuk pola sempurna dengan mesin, kami tidak menyangka bisa berhasil juga. Hasilnya sesuai ekspektasi, bahkan mendapat penghargaan Best Product dari dosen,” terangnya.

Ketua Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Ubaya, Dr Indri Hapsari berharap inovasi untuk membantu pendidikan siswa ini dapat dikembangkan dalam skala industri.

“Saya harap inovasi ini menjadi pemicu semangat mahasiswa agar semakin kreatif dalam merancang produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA