Trayek Bus Suramadu Diubah, Langsung Lewat Jembatan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Surabaya - Surya-Pengoperasian jembatan Suramadu akan mengubah rute trayek bus antarkota dalam provinsi (AKDP) jurusan Surabaya-Madura. Kalau sebelumnya jalur bus AKDP ini melewati penyeberangan Dermaga Ujung Surabaya, nantinya akan melintasi Jembatan Suramadu. Dengan perubahan rute ini, bus AKDP tidak akan lewat atau menurunkan penumpang ke Ujung, melainkan dari tol Perak akan masuk ke Jl Laksda M Nasir- Perak Barat-Perak Timur-Sisingamangaraja-Sarwajala-Hangtuah dan Sultan Iskandar Muda. Selanjutnya menuju Sidorame-Sidotopo Lor-Simokerto-Kenjeran-Kedung Cowek-Jembatan Suramadu. Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Surabaya Ari Winarno mengaku sudah merapatkan rencana ini. Namun, kapan realisasinya Ari belum bisa memastikan. “Nanti akan disosialisasikan dulu,” ujarnya, Minggu (14/6). Menurut Ari, perubahan rute ini akan diikuti dengan beberapa aturan di antaranya larangan untuk mengambil penumpang rute pendek seperti dari Perak ke Kedungcowek. Kebijakan ini diambil agar tidak mengurangi penghasilan mikrolet. “Kalau menaikkan penumpang dari Perak boleh-boleh saja, asalkan jalurnya tetap panjang. Misalnya dari Perak turunnya di Sampang,” jelas Ari. Perubahan rute bus AKPD ini rencananya akan diikuti perubahan rute bus kota. Ini berdasarkan usulan Dishub Pemprov Jatim. Namun, rencana itu masih dikaji agar tidak mematikan angkutan umum lainnya. “Dishub Jatim mengusulkan bus kota akan dibuat melintas ke Jembatan Suramadu dengan rute khusus yaitu Surabaya-Bangkalan. Khusus rute ini keputusannya ditunda. Kami tidak mau ada gesekan dengan angkutan umum yang lain,” tegasnya. Terpisah, Asisten II Muklas Udin membenarkan rencana perubahan rute bus AKDP. Namun, pembahasannya belum final. “Kami akan rapat untuk mematangkan rencana itu, karena kewenangan perubahan itu juga ada di pemprov,” ujar Muklas. Ketua DPC Organda Surabaya Wastomi Suheri meminta agar perubahan jalur itu dibicarakan bersama antara Dishub dengan pihak pengelola angkutan. Menurut Wastomi, dengan kondisi seperti ini pemerintah tidak boleh mengambil kebijakan perubahan rute tanpa dibicarakan dengan pihak terkait. “Sepanjang itu tidak merugikan angkutan yang lain, tidak masalah. Sebaliknya, jika angkutan kami dirugikan, DPC Organda Surabaya akan protes,” tegas Wastomi. uus