Selasa, 12 Mei 2026

Kronologi Warga Lakarsantri Surabaya Bentrok dengan Gerombolan Pesilat

Kronologi bentrokan pesilat versus warga di permukiman Jalan Jeruk Gang IV, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jatim.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
Istimewa/Tangkapan Layar
BENTROKAN - Tangkapan layar video amatir warga yang viral karena merekam bentrokan pesilat dengan warga di permukiman warga Jalan Jeruk Gang IV, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (5/8/2025) malam. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Video amatir yang merekam bentrokan pesilat versus warga di permukiman Jalan Jeruk Gang IV, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (5/8/2025) malam.

Video tersebut, diunggah ke media sosial (medsos) oleh seorang warga melalui akun Instagram (IG) pribadinya, berinisial DE. 

Durasi video sekitar 2 menit 56 detik. Si perekam mendokumentasikan momen tersebut dari teras rumahnya. 

Momen yang terekam video, menunjukkan belasan orang berpakaian serba warna hitam berdiri di tengah jalan gang. 

Beberapa dari mereka tampak berjalan tanpa alas kaki, ada juga yang membawa atribut pencak silat berupa bendera berkain warna kuning. 

Namun, sempat ada yang terekam orang menenteng sebongkah kayu di tangan kanannya. 

Kerumunan belasan orang tersebut, seperti kompak menghadap ke salah satu ujung gang di permukiman tersebut. 

Sepanjang video tersebut, si perekam video seperti sedang terlibat percakapan dengan beberapa orang penghuni rumah yang berada di dekatnya. 

Percakapan mereka, seperti mengeluh dengan kejadian bentrokan di dekat permukiman tempat tinggal warga. 

Kemudian, mereka mengeluhkan bahwa bentrokan tersebut berpotensi merusak bangunan rumah serta kendaraan milik mereka dan warga yang lain. 

Bahkan, sempat terdengar percakapan di antara mereka yang berusaha menghubungi aparat berwajib untuk meminta perlindungan terhadap aksi anarkis tersebut. 

"Duh montorku rek," keluh si perekam video yang diduga kuat adalah perempuan. 

Terdengar suara perempuan lain yang menyahuti, "telpon polisi opo'o."

Dan, si perekam menimpali, "Bel polisi mas. Di Gang Jeruk. Yah ojo metu yah."

Sempat juga terdengar teriakan pemuda yang terlibat bentrokan tersebut, seperti bermaksud menghalau aksi anarkis yang masih dilakukan pihak lain. 

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved