Berita Viral

Nasib Driver Ojol Rosdewi yang Kena Suspend Imbas Cek-cok Tagih Pembayaran, Grab Tawarkan Peluang

Rosdewi, driver ojek online (ojol) di Jambi yang kena suspend gara-gara tagih Rp 30 ribu ke pelanggan kini mendapatkan peluang baru. 

Editor: Musahadah
kolase kompas.com
PELUANG - Rosdewi, mitra Grab yang disuspend gara-gara cek-cok dengan konsumen, kini mendapat peluang baru. Grab akhirnya bersuara. 

SURYA.CO.ID - Rosdewi, driver ojek online (ojol) di Jambi yang kena suspend gara-gara tagih Rp 30 ribu ke pelanggan kini mendapatkan peluang baru. 

Rosdewi yang berencana membuka usaha kuliner, mendapat tawaran dari Grab untuk menjadi Mitra Merchant Grab

Mitra Grab adalah para pemilik usaha (restoran, toko, dll.) yang bekerja sama dengan Grab untuk menyediakan layanan mereka melalui aplikasi seperti GrabFood dan GrabMart.

Richard Aditya, Director of West Indonesia, Grab Indonesia mengungkap hal itu dalam rilis yang dikirim ke surabaya.tribunnews.com pada Senin (4/8/2025). 

"Sebagai itikad baik perusahaan, Grab Indonesia menawarkan peluang kepada Mitra terkait untuk beralih menjadi Mitra Merchant Grab yang diharapkan dapat membantu pengembangan usaha makanan yang dimiliki terdaftar dalam layanan GrabFood," katanya. 

Baca juga: Kisah Rosdewi Sopir Ojol Terpaksa Jadi Pemulung usai Kena Suspend Imbas Cekcok Masalah Pembayaran

Meski demikian, Rosdewi akan tetap melewati standar proses pendaftaran dan verifikasi data yang berlaku.

Dikatakan Richard, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam penanganan kejadian antara mitra pengemudi (Rosdewi) dan konsumen.

"Grab sangat mengapresiasi konsumen dan mitra pengemudi yang memutuskan untuk menempuh jalur penyelesaian yang damai dan kooperatif," katanya. 

Diungkapkan, pada 29 Juli 2025, Grab Indonesia mendampingi konsumen dan mitra pengemudi selama proses mediasi berlangsung di Polresta Jambi yang difasilitasi secara langsung oleh pihak
berwenang.

Sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi, konsumen telah secara resmi mencabut laporan kepolisian tentang tindak penganiayaan yang sebelumnya ditujukan kepada mitra pengemudi terkait.

Lalu, pada 26 Juli 2025, Grab Indonesia secara terpisah juga telah bertemu mitra pengemudi secara langsung untuk merespons aspirasi yang disampaikan sebelumnya, dan mengedukasi kembali konsekuensi pelanggaran yang telah dilakukan.

"Mitra pengemudi telah melakukan permohonan maaf secara langsung atas tindak pelanggaran hukum serta Kode Etik Mitra Grab yang berlaku. Yang bersangkutan mengakui tindakan emosional tersebut dipicu oleh adanya keterlambatan konfirmasi pembayaran pasca-pemesanan GrabFood," katanya. 

Richard memastikan sanksi tegas berupa pengakhiran hubungan kemitraan kepada Rosdewi sebagai Mitra Pengemudi tetap diberlakukan.

"Hal ini didasarkan pada tindakan pelanggaran yang bersangkutan lakukan, diantaranya secara sepihak menyambangi langsung lokasi kediaman Konsumen, hingga masuk ruangan pribadi tanpa izin, serta terlibat dalam pertikaian verbal dan fisik," jelasnya. 

Menurutnya, seluruh tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan tergolong pelanggaran berat Kode Etik Mitra, yakni pasal 1.1 dan Pasal 1.5. 

"Kami senantiasa mengimbau seluruh Konsumen dan Mitra Pengemudi untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan bersama selama menggunakan layanan Grab. Penting bagi Konsumen untuk memastikan pembayaran berhasil dilakukan tepat waktu kepada Mitra Pengemudi setelah pesanan/perjalanan selesai," tegasnya. 

Sebelumnya, Rosdewi mengaku akun Grab Rosdewi di-suspend.

Hal itu pun membuatnya terpaksa mencari nafkah dengan memulung untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sesekali ada job panggilan ngojek offline. Memang ada yang bantu berupa uang dan sembako, dari Grab juga ada kasih sembako," katanya.

Rosdewi  mengaku masih trauma.

"Sejujurnya masih sedikit trauma ya (narik ojol), gimana ya, kapok nggak juga, tapi ada trauma tersendiri jadi masih sedikit takut," katanya.

Ia juga mengungkapkan niatnya untuk membuka usaha kuliner sebagai langkah baru.

Ia menyatakan, banyak pihak yang memberikan dukungan, termasuk dari Grab.

"Mungkin saya akan buka sedikit usaha baru, tapi dalam bidang resto (kuliner), buat Grab Food gitu, dan pihak Grab ini mau bantu saya," katanya. 

"Jadi istilahnya saya kan beralih ke situ (kuliner) saja kali ya," sambungnya. 

Meskipun demikian, Rosdewi tidak menutup diri untuk membuka peluang usaha lain sebagai sumber rezeki sehari-hari.

Sedangkan pihak korban atau konsumen enggan untuk memberikan tanggapan terkait perdamaian ini dan menolak diwawancarai oleh awak media.

Kronologi Pertikaian 

SUSPEND - Rosdewi (40) memperlihatkan surat perjanjian damai dirinya dengan konsumen, dalam laporan penganiayaan, Selasa (29/7/2025).
SUSPEND - Rosdewi (40) memperlihatkan surat perjanjian damai dirinya dengan konsumen, dalam laporan penganiayaan, Selasa (29/7/2025). (Kolase Kompas.com Aryo Tondang)

Peristiwa itu bermula ketika Rosdewi menerima dua pesanan sekaligus, satu di antaranya dari Ayam Bakar Rempah Madu atas nama konsumen Alika Alihandra, Minggu (20/7/2025) sore.

Setelah pesanan konsumennya selesai dikemas, Rosdewi bergegas menuju ke rumah konsumennya yang berada di Perumahan Vila Kenali, Kota Jambi.

Dia lebih dahulu mengantar pesanan milik Alika.

"Saya bawa dua pesanan makanan, waktu itu, saya dahulukan pesanan dia ini (Alika) karena dia yang pesan duluan," kata Rosdewi dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com.

Kemudian, dia menyerahkan makanan tersebut dan meminta pembayaran melalui Qris.

Namun, setelah ditunggu, transaksi pembayaran tak kunjung masuk pada pemberitahuan akun Rosdewi.

Saat itu, dia masih bersabar menunggu.

"Saya bilang belum masuk, saya lihat dia memang lagi ngetik-ngetik di HP. Biasalah kan, saya pikir jaringan. Terus saya kasih lihat layar HP (akun Grab) saya, bilang belum ada masuk," katanya.

Namun, setelah ditunggu beberapa lama, pemberitahuan bahwa pembayaran telah berhasil tidak kunjung masuk ke akun Grab Rosdewi.

Dia kemudian berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada konsumen dan meminta agar dilakukan pembayaran secara tunai.

Baca juga: Kejahatan Lain Syahrama Usai Bunuh Driver Ojol Sevi Ayu, Bungkus Jasad dalam Kardus lalu Gasak Ini

Namun, saat itu konsumennya tidak berkenan dan mengeklaim bahwa pesanannya sudah dibayar oleh seseorang.

Menurut Rosdewi, saat itu konsumennya tersebut memotret barcode pesanannya, kemudian dikirim ke seseorang untuk dilakukan pembayaran.

"Awalnya dia scan barcode di aplikasi saya, ternyata dia cuman fotoin. Terus dia bilang, 'Yo tunggu, saya kirim ke WA orang ini, QR mbak ini'," kata Rosdewi, mengulang pembicaraannya dengan konsumen tersebut.

Dia kemudian meminta agar konsumennya segera memastikan pembayaran tersebut.

"Tapi dia bilang, 'tunggu bentar, ini mami saya, mami' katanya gitu. Tapi saya kan masih ditunggu konsumen lain, saya bilang, kalau bisa bayar pakai tunai aja, takut saya dikomplain," katanya.

Dia mengeklaim, dia harus menunggu selama 30 menit di rumah tersebut, tetapi notifikasi pembayaran tidak kunjung masuk.

Saat itu, konsumen tersebut masih sibuk dengan handphone-nya dan tampak berkomunikasi dengan seseorang.

Kemudian, konsumennya tersebut memberi tahu bahwa pembayaran telah dilakukan.

Mendengar hal tersebut, Rosdewi berjalan menuju ke sepeda motornya, tetapi setibanya di sepeda motor, ternyata pembayaran belum juga dilakukan.

Rosdewi kemudian coba keluar dari akunnya untuk memastikan tidak terjadi gangguan.

Namun, hasilnya masih belum dilakukan pembayaran.

Baca juga: 4 Fakta Kondisi Terakhir Arya Daru Sebelum Tewas, Akses Layanan Kesehatan Mental Sejak 2013

Dengan kondisi itu, Rosdewi meminta kembali makanan tersebut dan memilih untuk mengantar orderan dari konsumen lainnya.

"Karena kan, kalau mau antar orderan yang kedua, orderan yang pertama harus selesai. Akhirnya, saya antar orderan kedua, saya minta maaf karena telat," katanya.

Setelah itu, dia kembali ke rumah tersebut dan memarkirkan sepeda motornya.

Saat itu, dia bertemu dengan seorang pria dan meminta agar perempuan tersebut segera membayar orderannya.

Namun, setelah dipanggil, konsumen tersebut tidak kunjung keluar rumah.

"Saya bilang, saya ini cuman cari makan, bayar tunai saja emangnya kenapa?" saya bilang gitu.

Inilah puncak dari keributan keduanya.

Mereka saling memaki hingga akhirnya terjadi perkelahian.

Baca juga: Kondisi Terkini Meta Ayu Istri Arya Daru usai Penyebab Kematian Suaminya Terungkap, Kakak: Kasihan

Rosdewi yang sudah menunggu lama akhirnya naik ke lantai dua rumah konsumen tersebut sehingga terjadi perkelahian.

Keributan akhirnya selesai setelah nenek dari konsumen tersebut membayar dengan uang Rp 30.000.

Selain kena suspend, Rosdewi juga dilaporkan ke Polresta Jambi atas tindakan penganiayaan.

Rosdewi mengeklaim bahwa dirinya hanya melakukan pembelaan diri.

"Saya cuman bela diri, karena pas saya masuk ke kamarnya, dia langsung menyerang saya, dan saya lihat ada sapu, saya ambil sapu," ungkap Rosdewi.

Ia menambahkan bahwa dirinya juga menjadi korban penganiayaan, yang mengakibatkan beberapa bagian tubuhnya mengalami cedera.

"Saya juga kan dipukul," tambahnya.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved