Juara OSN Kota Surabaya Biasa Latihan Matematika 4 Jam Sehari
Dominasi siswa dari sekolah swasta dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika tingkat Kota Surabaya kembali terlihat tahun ini.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dominasi siswa dari sekolah swasta dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika tingkat Kota Surabaya kembali terlihat tahun ini.
Dari seluruh peserta yang lolos ke tingkat Provinsi, sebagian besar berasal dari sekolah swasta unggulan yang dikenal aktif melakukan pembinaan intensif sejak dini.
Martinus Tri Laksono dan Imam Syafii, pelatih OSN Matematika Kota Surabaya, membenarkan tren tersebut.
Mereka menyebut, sekolah swasta lebih siap secara sistem dan waktu untuk memfasilitasi siswa berbakat melalui program pembinaan khusus.
Baca juga: OSN Surabaya 2025 Didominasi Sekolah Swasta, Kadispendik Yusuf Masruh Merespons
“Sekolah swasta biasanya sudah punya program pembinaan sejak kelas 3 atau 4 SD. Anak-anak di sana terbiasa menghadapi soal-soal tingkat tinggi dan sudah terbentuk ritme belajarnya sejak awal,” ujar Martinus.
Menurutnya, persiapan OSN tak bisa dilakukan secara mendadak.
Dibutuhkan waktu panjang untuk melatih pola pikir, logika, dan ketahanan mental anak.
Ia menyebut pembinaan OSN Matematika berbeda jauh dengan pembelajaran biasa.
“Kalau pembelajaran biasa, anak diberi rumus. Kalau OSN, justru mereka diajak membuat rumus sendiri. Bahkan guru SMP atau SMA sering dilibatkan karena kompleksitas materi,” tambahnya
Martinus menegaskan bahwa usia emas pembinaan ada di kelas 3 dan 4 SD. Di usia ini, anak sudah bisa dikenalkan pada logika dan pemecahan masalah tanpa merasa terbebani.
“Yang penting bukan dipaksa, tapi dikenalkan secara menyenangkan. Kalau dari kecil sudah suka matematika, ikut OSN itu tinggal melanjutkan saja,” jelasnya.
Imam menambahkan, pembinaan jelang OSN tingkat Provinsi dilakukan sangat intensif.
Bahkan anak-anak yang lolos seleksi kota bisa belajar 4 jam per hari hanya untuk Matematika, selama dua hingga tiga minggu penuh.
“Pembinaan OSN itu berat. Anak-anak harus tahan belajar berjam-jam dengan soal-soal tinggi. Tapi anak-anak dari sekolah swasta rata-rata sudah terbiasa. Ada sistem, ada jadwal, ada semangat,” katanya.
Namun, bukan berarti siswa negeri tak punya potensi. Ia mengakui bahwa banyak anak negeri yang berbakat, tetapi belum mendapat pola pendampingan optimal.
Ia menyarankan agar pembinaan siswa negeri lebih diintensifkan mulai dari jenjang kecamatan hingga kota, serta melibatkan guru-guru dengan latar belakang Matematika murni atau olimpiade.
“Perlu sinergi antara sekolah, Dinas Pendidikan, dan komunitas pelatih agar pembinaan di sekolah negeri bisa menyaingi swasta,” pungkasnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Sosok Raihan, Anak Buruh Tani asal Gresik yang Lolos ITB Berkat SNBP 2026, Ini Strategi Belajarnya |
|
|---|
| Nasib Danke Rajagukguk Usai Dicopot Gara-gara Kasus Amsal Sitepu, Tak Punya Jabatan Struktural Lagi |
|
|---|
| UPDATE Yai Mim Meninggal Dunia di Tahanan, Polisi Ungkap Hasil Visum Tim Forensik |
|
|---|
| Truk Terguling dan Hantam Pembatas Jalan di Pacitan, Sopir Asal Surabaya Meninggal Dunia |
|
|---|
| Sosok Bestari Barus Jubir PSI yang Minta Jusuf Kalla Hormati Sikap Jokowi Soal Ijazah: Itu Privasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/provinsi-di-kantor-Dispendik-Kota-Surabaya-Selasa-2972025.jpg)