Berita Viral

Rekam Jejak Nicholay Aprilindo yang Tak Percaya Polisi Soal Penyebab Kematian Arya Daru, Eks Dirjen

Eks Dirjen Kementerian HAM tidak percaya polisi soal penyebab kematian Diplomat Arya Daru Pangayunan. Ini alasannya!

Editor: Musahadah
kolase youtube Metro TV/Kompas TV
TAK PERCAYA - Nicholay Aprilindo, eks Dirjen Kementerian HAM yang tidak percaya polisi soal penyebab kematian Arya Daru Pangayunan. Ini rekam jejaknya. 

 "TIdak ada luka lebam dari sandar tembok," tegasnya. 

Selain itu, lanjut Nicholay, kalau niat korban naik ke rooftop sudah mau bunuh diri, dia pasti sudah melompat ke bawah. 

"Ngapain nunggu, ngapain harus meninggalkan tas yang berisi pakaian," katanya. 

Apalagi lanjut Nicholay, dari informasi yang dia terima di dalam laptop itu berisi sindikat TPPO by name dan by adrees. 

"Ada informasi A1 bang," sebutnya. 

Nicholay juga curiga dengan pengakuan polisi bahwa ponsel korban hilang.  

"Waktu dia ke GI (Grand Indonesia) ada Farah ada Dion, balik ke kos pegang HP. Lalu, yang hilang HP yang mana,"katanya. 

NIcholay juga menganggap aneh rekaman CCTV di rooftop dan pengakuan penjaga kos. 

Dari rekaman CCTV di rooftop terlihat dia berada di tempat itu hingga pukul 23.09. 

Namun, menurut pengakuan penjaga kos Arya Daru masuk ke kos pukul 22.15 dan sempat menyapa dia. 

"Darimana dalam satu persitiwa ada 2 orang," tukasnya. 

Penyebab Luka Versi Polisi 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan dari hasil pemeriksaan luar, tim dokter forensik menemukan luka lecet pada wajah dan leher. 

Lalu luka terbuka pada bibir dalam, serta luka memar pada wajah, bibir, dan anggota gerak atas kanan, serta terdapat tanda-tanda perbendungan. 

Sementara pemeriksaan dalam ditemukan darah lebih gelap dan encer, lendir dan busa halus pada batang tengkorak,  sembab pada paru dan  perbendungan pada seluruh organ dalam.  

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved