Berita Viral

2 Sosok yang Ragukan Penyebab Kematian Arya Daru Bukan Karena Dibunuh, Sebut Banyak Kejanggalan

Pernyataan pihak Polda Metro Jaya yang menyebut diplomat Arya Daru Pangayunan meninggal bukan karena dibunuh, diragukan sejumlah pihak.

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase Instagram Arya Daru/Kompas.com Lidia Pratama Febrian
RAGU - (kiri) diplomat muda Arya Daru (kanan) Kamar kos yang ditempati Arya Daru di kawasan Menteng, Jakarta Pusat 

Djadmiko mengaku tidak terlalu dekat dengan Arya Daru namun menilai tidak ada tanda-tanda tekanan berat pada diri almarhum selama tinggal di Yogyakarta.

“Kalau ketemu saling sapa saja. Tapi nggak pernah ngobrol panjang. Nggak kelihatan punya masalah besar,” jelasnya.

Warga lain juga mempertanyakan bagaimana pemilik kos dapat membuka kamar Arya dengan mudah saat ditemukan meninggal dunia.

Mereka menduga adanya kunci cadangan yang dimiliki pemilik kos sehingga kemungkinan pihak lain masuk ke kamar tidak dapat dikesampingkan.

“Kok bisa cepat banget bukanya. Ya, kemungkinan ada kunci serep sih. Tapi kalau memang ada sesuatu yang disembunyikan, ini harus diusut tuntas,” tambahnya.

Penyebab Kematian Karena Mati Lemas

Sementara pada konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025), Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya, memastikan penyebab kematian Arya Daru karena gangguan pertukaran oksigen pada saluran pernafasan atas yang menyebabkan mati lemas. 

Polisi menyimpulkan tidak ada unsur pidana dan Arya meninggal karena melilitkan lakban sendiri.

Hasil penyelidikan menunjukkan Arya Daru meninggal dunia tanpa keterlibatan pihak lain. 

Eks Wakapolri Buka Suara

Baca juga: Kondisi Terkini Meta Ayu Istri Arya Daru usai Penyebab Kematian Suaminya Terungkap, Kakak: Kasihan

Belum adanya motif di balik kematian Arya Daru ini dipertanyakan Mantan Wakapolri Komjen (purn) Oegroseno. 

"Ini menarik bagi seorang penyidik Polri ya, ke depan bahwa mengungkap motif itu juga bagian dari penyidikan yang jangan ditinggalkan," kata Oegroseno dikutip Tribun Bogor, Selasa (29/7/2025).

Oegroseno juga menyinggung hasil pemeriksaan psikologi korban yang mengarah ke permasalahan mental individu korban.

"Apa yang tidak diberikan yang terbaik oleh negara kepada almarhum ?," kata Oegroseno.

Hal ini menurutnya bisa menjadi pelajaran baru untuk ke depannya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved