Selasa, 21 April 2026

69.769 Hektar Sawah Tebu Rakyat Jatim Diremajakan Lewat Program Bongkar Ratoon Nasional

Luasan lahan Jatim tersebut memuat hampir 70 persen dari target nasional yang mencakup angka 100.000 hektar sawah tebu rakyat se-Indonesia

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Fatimatuz
SWASEMBADA GULA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat bersama Dirut PT SGN Mahmudi terkait program bongkar ratoon tebu di persawahan rakyat Jatim, Kamis (24/7/2025). Total lahan sawah tebu rakyat seluas 69.769 hektar di Jatim siap diremajakan melalui program bongkar ratoon tebu dan ekstensifikasi nasional tahun 2025 yang digagas pemerintah pusat. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Persawahan rakyat di Jatim seluas 69.769 hektar siap menjadi sasaran peremajaan melalui program bongkar ratoon tebu dan ekstensifikasi nasional tahun 2025 yang digagas sinergis bersama pemerintah pusat. 

Luasan lahan Jatim tersebut memuat hampir 70 persen dari target nasional yang mencakup angka 100.000 hektar sawah tebu rakyat se-Indonesia. 

"Kami siap menyukseskan bongkar ratoon ini. Kami optimis, program ini akan mempercepat swasembada gula di tahun 2026 yang menjadi visi besar Presiden Prabowo Subianto guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, usai memimpin rapat dengan PT Sinergi Gula Nasional (SGN), di Grahadi, Kamis (24/7/2025).

Baca juga: Diluncurkan Mentan dan SGN, Varietas Tebu Unggul SGN-01 Pertegas Roadmap Swasembada Gula 2028

Sepanjang tahun 2024, produksi tebu di Jatim yang digiling di pabrik gula mencapai 16,69 juta ton dari total 238.135,6 hektare lahan tebu

Dari jumlah tersebut, dihasilkan 1.278.923 ton gula kristal putih dengan rata-rata rendemen 7,58 persen.

"Untuk program bongkar ratoon tebu ini, pada dasarnya Jawa Timur siap untuk menyukseskan dan melaksanakan detail plan yang telah ada. Kami akan teruskan lewat forum bersama Bupati/Wali Kota Se-Jatim guna percepatan," ungkap Khofifah. 

Selanjutnya, Khofifah menyebut pentingnya kepastian hukum terkait offtaker atas hasil produksi petani tebu. 

Utamanya kepastian hukum langsung dari Menteri Pertanian RI, diharapkan bisa jadi landasan sekaligus penyemangat para petani tebu di Jawa Timur

"Petani tebu memerlukan keberlanjutan dan jaminan dari pemerintah bahwa tebunya sudah pasti dibeli dengan harga komersial. Pemerataan dan keadilan dari fasilitas ini juga sangat penting harapannya agar bisa dirasakan lebih banyak petani," jelasnya.

Ia mengimbau, bagi daerah-daerah yang areanya kebun tebunya luas jangan dipecah-pecah karena juga bersebelahan langsung dengan kebun tebu milik masyarakat sehingga akan nampak keadilan perlakuan.

Tidak hanya pembagian area bagi petani, Khofifah juga berpesan agar penerapan Program Bongkar Ratoon ini bisa mempertimbangkan luasan  proporsinya di masing-masing Kab/Kota. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan kedekatan pabrik gula setempat. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pemprov Jatim dalam mendukung Program Bongkar Ratoon yang digagas pemerintah pusat. 

Ia mengatakan, sebanyak hampir 70 ribu ha lahan tebu di Jawa Timur memerlukan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak guna mensukseskan percepatan swasembada gula pada tahun 2026.

"Ekosistem yang luar biasa dari Ibu Gubernur, semoga nanti akan mendorong percepatan dalam waktu yang sangat singkat yaitu lima bulan untuk 100.000 ha," ungkapnya. 

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved