Berantas Stunting, PT Terminal Petikemas Surabaya dan SPTP Lanjutkan Program PELITA di Semampir
PT Terminal Petikemas Surabaya kembali melanjutkan Program PELITA (Pelindo Tanpa Balita Stunting).
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bersama Subhloding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) kembali melanjutkan Program PELITA (Pelindo Tanpa Balita Stunting).
Kegatan ini untuk melanjutkan dukungan terhadap program pengentasan stunting di Surabaya, yang sudah berlangsungnya selama 12 bulan di Kecamatan Krembangan.
Program yang berjalan sejak September 2024, kini difokuskan di Kecamatan Semampir, Surabaya dan akan berlangsung hingga Agustus 2025.
"Program PELITA tidak hanya menyasar perbaikan asupan gizi bagi anak, tetapi juga mencakup pendampingan pola asuh dan pemantauan rutin terhadap tumbuh kembang anak," kata Erika A Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS, Sabtu (19/7/2025).
Lebih lanjut Erika menyebutkan, program PELITA bertujuan untuk memastikan anak-anak yang terdeteksi mengalami stunting mendapatkan perhatian lebih dari sisi gizi dan psikologi.
"Kami tergerak untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui hal yang sangat mendasar dan bersifat lebih komprehensif,” jelas Erika.
Program PELITA ini berlandaskan pada tiga pilar utama, yakni perbaikan gizi, penguatan pola asuh dan pemantauan pertumbuhan anak.
Hingga Juli 2025, 14 balita di Kecamatan Semampir ikut serta dalam program.
Ada enam balita telah dinyatakan lulus dari status stunting setelah menjalani berbagai intervensi intensif.
Kuota balita yang telah dinyatakan lulus akan diisi oleh balita stunting lain di Kecamatan Semampir (sepanjang masih ada selama program dilaksanakan).
"Para Peserta yang baru mengikuti program PELITA akan memperoleh manfaat yang sama dengan peserta lainnya," tambah Erika.
Dalam melaksanakan program ini, SPTP dan TPS bekerja sama dengan RS PHC Surabaya dan Kecamatan Semampir.
Sebagai upaya memastikan tumbuh kembang anak optimal, para peserta program menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap bulan.
Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan asupan nutrisi tambahan berupa pemberian susu yang dibagikan secara berkala sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi harian serta diharapkan dapat menunjang kesehatan dan perkembangan anak secara menyeluruh.
“Pemberian susu secara teratur, ditambah dengan pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah penting dalam mengatasi kekurangan gizi pada anak-anak penderita stunting," terang Erika.
Terminal Petikemas Surabaya
Subhloding Pelindo Terminal Petikemas
stunting
Surabaya
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
| Amanah Program Buka Puasa, Grand Swiss-Belhotel Darmo Salurkan Bantuan untuk Warga Surabaya |
|
|---|
| Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Catat Tanggalnya |
|
|---|
| Investasi Asing di Lumajang Anjlok Rp 78 Miliar, Pemkab Pastikan Tak Ganggu Ekonomi Makro |
|
|---|
| Momen Haru di Asrama Haji Surabaya, Warga Probolinggo Tangis Pecah di Balik Pagar |
|
|---|
| Daftar Gertakan Donald Trump ke Iran yang Tidak Terbukti, Presiden AS Cuma Mau Bikin Takut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/STUNTING-Salah-satu-bayi-yang-menjadi-peserta-program-PELITA-dengan.jpg)