Rabu, 20 Mei 2026

SURYA Kampus

Dosen FK Untag Surabaya Paparkan Peran Sunscreen dalam Mencegah Kanker Kulit

Sunscreen bukan sekadar bagian dari rutinitas kecantikan, tetapi memiliki peran penting dalam melindungi kulit dari risiko kanker. 

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Untag Surabaya
EDUKASI KESEHATAN - dr. Dewi Kusumawati, Sp.DVE., dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam sesi edukasi publik bertajuk Bukan Sekedar Skincare: A to Z Tentang Penggunaan Sunscreen di Untag Surabaya, Jumat (18/7/2025). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Sunscreen bukan sekadar bagian dari rutinitas kecantikan, tetapi memiliki peran penting dalam melindungi kulit dari risiko kanker. 

Hal ini disampaikan dr. Dewi Kusumawati, Sp.DVE., dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam sesi edukasi publik bertajuk “Bukan Sekedar Skincare: A to Z Tentang Penggunaan Sunscreen” di Untag Surabaya, Jawa Timur, (18/7/2025).

Sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Dewi menekankan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) tanpa perlindungan dapat memicu kerusakan kulit jangka panjang, termasuk risiko terjadinya kanker kulit. 

“Sinar UVA dan UVB yang terus-menerus mengenai kulit tanpa perlindungan dapat menyebabkan mutasi sel yang berujung pada kanker. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen sangat penting, tidak hanya untuk penampilan tapi untuk kesehatan,” jelasnya.

Baca juga: Parkir Surabaya Masih Pakai Karcis, Ini Kata Wakil Komisi B DPRD

Ia juga mengingatkan bahwa ancaman sinar UV tidak hanya terjadi saat berada di luar ruangan. 

“Sinar UVA bisa menembus kaca, jadi meskipun kita di dalam rumah atau kendaraan, tetap ada risiko. Karena itu, sunscreen sebaiknya digunakan setiap hari,” imbuhnya.

dr. Dewi memberikan panduan praktis penggunaan sunscreen yang efektif untuk perlindungan maksimal.

Untuk wajah dan leher, takaran yang disarankan adalah setengah sendok teh. 

“Cara mudahnya adalah dengan mengukur sepanjang dua ruas jari. Oleskan merata, dan ulangi pemakaian setiap dua jam jika beraktivitas di bawah sinar matahari langsung,” paparnya.

Peran sunscreen juga penting bagi kelompok khusus seperti ibu hamil dan menyusui.

Menurut dr. Dewi, mereka tetap bisa menggunakan sunscreen asal produk yang digunakan aman dan telah terdaftar di BPOM. 

“Tidak ada alasan untuk melewatkan perlindungan kulit, apalagi di masa kehamilan yang justru sering membuat kulit lebih sensitif,” jelasnya.

Ia juga membedakan dua jenis sunscreen, yaitu physical dan chemical.

Physical sunscreen bekerja dengan memantulkan sinar UV, sementara chemical sunscreen menyerap sinar tersebut dan mengubahnya menjadi panas. 

Keduanya efektif, tinggal disesuaikan dengan jenis kulit.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved