Unair Lakukan Langkah Strategis Perkuat Publikasi yang Berintegritas
Universitas Airlangga (Unair) ditempatkan di peringkat lima besar institusi dengan risiko pelanggaran integritas riset tertinggi.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Lembaga Research Integrity Risk Index (RI2) menempatkan Universitas Airlangga (Unair) di peringkat lima besar institusi dengan risiko pelanggaran integritas riset tertinggi.
Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh https://sites.aub.edu.lb/lmeho/ri2/ melalui situs ri2, Unair berada dalam kategori Red Flag dengan 5.994 artikel yang berisiko integritas riset yang super tinggi.
Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) UNAIR, Prof Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D., mengungkapkan bahwa evaluasi eksternal merupakan masukan penting, namun menurutnya perlu dilihat secara komprehensif dan disandingkan dengan data internal kampus.
“Kami tidak menampik ada data seperti itu, tetapi jumlah yang disebutkan terlalu besar dan tidak sesuai dengan data internal kami. Kalau disebut ada 5.000 artikel bermasalah, di data kami hanya ada sekitar 2.000-an,” jelasnya, Jumat (11/7/2025).
Prof Hery menjelaskan, bahwa banyak kasus terjadi di saat Unair memulai menguatkan publikasinya di saat budaya publikasi masih dalam tahap tumbuh, terutama karena dorongan persyaratan kelulusan mahasiswa dan target kinerja dosen.
“Dulu kita baru belajar. Banyak mahasiswa butuh publikasi untuk syarat kelulusan, dan para dosen pun mengejar kinerja. Waktu itu banyak jurnal terlihat aman, tapi kemudian di diskontinu oleh Scopus,” ungkapnya.
Untuk itu, Unair telah melakukan perubahan strategis secara sistemik guna membangun budaya akademik yang kuat, bermartabat, dan berdampak.
“Sejak 2017, Universitas Airlangga telah menunjukkan transformasi signifikan dari segi kuantitas menuju kualitas dalam publikasi ilmiah. Tidak hanya mengalami lonjakan jumlah publikasi, namun juga peningkatan proporsi pada jurnal bereputasi tinggi,” jelas Prof Hery.
Ia merinci, bahwa hingga tahun 2025, lebih dari 45 persen publikasi Unair telah terbit di jurnal top 50 persen (Q1–Q2), dan 72 persen masuk dalam jurnal top 75 persen (Q1–Q3).
Publikasi di jurnal Q1 bahkan sudah mencapai 23,9 persen, dan terus menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya.
“Capaian ini, menegaskan orientasi kuat institusi pada kualitas riset dan reputasi global. Unair membuktikan dirinya sebagai universitas riset yang tak hanya produktif, tetapi juga berdampak tinggi secara ilmiah,” ujarnya.
Untuk mendukung capaian tersebut, lanjut Prof Hery, Unair telah mengadopsi sejumlah langkah strategis.
Salah satunya adalah peningkatan tata kelola etika publikasi. Universitas menyusun dan menerapkan SOP Etik Publikasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga didukung dengan edukasi berkelanjutan serta pendampingan langsung kepada para dosen dan peneliti.
“Kami tidak berhenti pada dokumen SOP saja. Setiap dosen mendapatkan pembekalan dan bimbingan, bahkan dalam pemilihan jurnal agar tidak terjebak pada jurnal predatoris atau outlier,” katanya.
Selain itu juga diadakan program Unair Menulis yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu juga menjadi instrumen penting dalam mendampingi para akademisi menghasilkan karya ilmiah yang layak publikasi internasional.
Surabaya
Kota Surabaya
Berita Surabaya
Universitas Airlangga (Unair)
Research Integrity Risk Index
Prof Hery Purnobasuki
| Berita Persebaya Surabaya Hari Ini: Bruno dan Ernando Belum Fit Jelang Derby Suramadu |
|
|---|
| Cuaca Surabaya Hari Ini, Rabu 15 April 2026: Cerah, Suhu Udara Capai 32 Derajat Celcius |
|
|---|
| ISOPLUS Run Series 2026 Digelar di Jakarta dan Surabaya, Targetkan 17 Ribu Pelari |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga: Selamatkan Ikan Belida dan Bangun Ekonomi Masyarakat Sungai Musi |
|
|---|
| Binus School Surabaya Gelar Community Connect 2026, Buka Akses Belajar Berbasis Teknologi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Prof-Hery-Purnobasuki.jpg)