SURYA Kampus
Alat Deteksi Uang untuk Tunanetra Ciptaan Mahasiswa ITATS, Bisa Digunakan Gratis
Mahasiswa Teknik Informatika Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) mengembangkan alat pendeteksi nominal uang rupiah khusus untuk tunanetra
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Mahasiswa Teknik Informatika Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Davin Tistama mengembangkan alat pendeteksi nominal uang rupiah khusus untuk penyandang tunanetra.
Alat yang diberi nama Moneynetra ini memungkinkan tunanetra mengetahui pecahan uang secara mandiri hanya melalui kamera gawai.
Dengan sistem pengenalan gambar berbasis kamera, Moneynetra mampu mengenali berbagai pecahan uang rupiah mulai dari Rp1.000 hingga Rp100.000.
Cukup dengan mengarahkan uang ke kamera ponsel, sistem akan memproses gambar dan menyuarakan nominal uang tersebut.
“Yang melatarbelakangi saya membuat ini karena banyak teman-teman tunanetra di luar sana yang saat ini masih memerlukan bantuan orang lain hanya untuk mengetahui nominal uang yang mereka bawa,” ungkap Davin, Senin (30/6/2025).
Menurutnya, Moneynetra bekerja dengan memanfaatkan kamera dari perangkat seperti handphone untuk menangkap gambar uang, kemudian diproses menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebelum menghasilkan output suara yang menyebutkan nominal uang tersebut.
"Alat ini bisa membaca meski uang dalam kondisi tertekuk atau terlipat, dengan tingkat akurasi mencapai 80 persen," tambahnya.
Pengembangan Moneynetra memerlukan waktu sekitar dua bulan melalui riset dan serangkaian uji coba.
Davin berharap alat ini mampu memberikan kemandirian bagi penyandang tunanetra, terutama dalam mengenali nilai uang tanpa ketergantungan pada bantuan orang lain.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Informatika ITATS, Andi Rahman, menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan lanjutan dengan berkolaborasi dengan program studi Teknik Elektro.
Sehingga nantinya tuna netra tidak perlu lagi memakai gawai tetapi hanya memakai mikrochip.
Saat ini inovasi ini akan bisa diakses di playstore dan website ITATS.
“Harapannya, tempat-tempat seperti sekolah luar biasa (SLB) bisa ikut terbantu dengan adanya aplikasi ini,” jelas Andi.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Sosok Kayla Didrika, Mahasiswi UGM Jadi Lulusan Tercepat Meski Sibuk Organisasi dan Kepanitiaan |
![]() |
---|
Maba UC Surabaya Belajar Empati Sosial Lewat Selling Day, Pilah Sampah dan Food Surplus |
![]() |
---|
Pakar Hukum UMSurabaya : Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob Termasuk Extrajudicial Killing |
![]() |
---|
Pasca ORI Campak di Sumenep, FK Unair Tekankan Pentingnya Imunisasi Berkelanjutan |
![]() |
---|
Sosok Lima Kandidat yang Maju dalam Pemilihan Dekan FK Unair 2025–2030 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.