Kamis, 4 Juni 2026

13 Hektare Hamparan Terumbu Karang di Situbondo Rusak, Aktivis Lingkungan Minta Solusi ke DPRD

Karena ia KMBS berharap dewan bisa menawarkan solusi dengan membawa masalah ini ke kalangan akademisi. 

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
istimewa
KERUSAKAN 13 HEKTARE - Rekaman kerusakan hamparan terumbu karang di bawah perairan wisata Batu Kenong, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan Situbondo. Kondisi ini memaksa Ketua KMBS mengadu ke komisi III DPRD Situbondo, Jumat (20/6/2025). 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Komunitas Misi Bahari Situbondo (KMBS) mendatangi kantor DPRD Situbondo, Jumat (20/6/2025).

Kedatangan mereka mengadu ke komisi III terkiat kerusakan belasan hektare terumbu karang di bawah perairan kawasan objek wisata bahari Pasir Putih. Tepatnya di perairan  Batu Kenong, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan.

Ketua MBS, Aglendy RO mengadukan kerusakan hamparan terumbu karang seluas 10 hektare di perairan Batu Kenong itu.

"Terakhir ini saat kami menyelam lagi, kerusakan terumbu karangnya semakin luas. Yang awalnya 10 hektare, sekarang sudah mencapai 13 hektare," ungkap Aglendy usai bertemu komisi III DPRD Situbondo.

Dampak kerusakan terumbu karang itu, kata Aglendy, masih perlu dilakukan kajian ilmiah namun penyebab kerusakan ada tiga faktor. "Yakni kerusakan akibat faktor biologi, kimia dan mekanis," jelasnya.

Kerusakan biologis itu disebabkan penyakit para terumbu karang, tetapi kalau kerusakan kimiawi dipicu paparan sedimen bahan kimia berbahaya.

"Sedangkan kerusakan karang mekanis, disebabkan nelayan menginjak karang atau perahu bersandar di atasnya. Tetapi kalau karena perahu bersandar, kerusakannya tidak mungkin sampai 10 hektare," bebernya.

Aglendy mengungkapkan, dari KMBS kerusakan terumbu karang itu hanya di kawasan perairan Batu Kenong. Padahal sejak tahun 2017, pihaknya sudah mengelola dana CSR untuk konservasi terumbu karang di perairan tersebut. "Tetapi sekarang hasilnya sia-sia, semuanya mati," sesalnya.

Ia menjelaskan, kelestarian terumbu karang itu tergantung kondisi alam dan air. Dan paling cepat terumbu karang itu bisa tumbuh 4 centimeter, KMBS merawat dengan dana besar selama masa konservasi seluas 5.000 meter persegi. "Namun dalam waktu sekejap habis," tambahnya.

Karena ia KMBS berharap dewan bisa menawarkan solusi dengan membawa masalah ini ke kalangan akademisi. 

Sementara anggota Komisi III DPRD Situbondo, Jhohantono mengaku kaget dengam pengaduan KMBS bahwa kerusakan terumbu karang itu sudah 13 hektare. "Kami bisa membayangkan kalau terumbu karang itu rusak, sementara setiap hari kita makan ikan laut," ujar Jhohan.

Politisi PKB ini menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti pengaduan ini dengan memastikan bahwa para pengusaha hotel dan vilaisa di Batu Kenong memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

"Jika IPAL ada, nanti kami akan croscek ke lapangan, apakah berfungsi maksimal atau tidak. Kalau IPAL berfungsi baik, maka penyebab kerusakan terumbu karang itu perlu diuji lab," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil seluruh pengusaha hotel dan vila di kawasan wisata tersebut. "Jka IPAL tidak ada, maka kami akan sampaikan sesuai peraturannya seperti apa," pungkasnya. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved