Jumat, 24 April 2026

Digitalisasi Desa Kalianyar Bondowoso, Ada Wifi Gratis Hingga Belasan CCTV

Ia menjelaskan, untuk warga yang masih gaptek seperti para Lansia juga sudah disediakan layar touch screen di Kantor Desa.

Tribun Jatim/Sinca Ari Pangistu
CCTV DESA - Kades Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Mohammah Fouzi saat menunjukkan CCTV dan aplikasi adminduk online 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Lokasi Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso Jawa Timur, memang berada jauh dari perkotaan.

Namun siapa sangka, meski berlokasi di kaki gunung. Desa Kalianyar sudah mengembangkan digitalisasi.

Seperti pemasangan CCTV lengkap di semua dusun dengan hotline 24 jam penuh.

Dilengkapi pula dengan layanan permohonan bantuan ambulans dan mitigasi bencana.

Ada juga aplikasi untuk layanan administrasi kependudukan (Adminduk) secara online, yang bahkan bisa dilakukan dengan layar sentuh. Aplikasi ini bida didownload warga di Playstore.

Sebut saja seperti membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk kesehatan.

Warga Desa Kalianyar berada jauh dari rumah sakit baik di perkotaan Bondowoso, Jember. 

Untuk mencetaknya, warga Desa Kalianyar hanya cukup membuka aplikasi, mengajukan permohonan dan bisa langsung diprint dari kejauhan setelah didownload dalam bentuk Pdf tak sampai satu jam.

"Bukan cuma SKTM, semua layanan kependudukan dan surat menyurat warga juga bisa," ujar M Faozi, Kepala Desa Kalianyar, pada Rabu (18/6/2025).

“Kami siapkan bank data kependudukan, yang berfungsi memudahkan pelayanan warga desa. Dalam kepentingan administrasi kependudukan dan hal lainnya,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk warga yang masih gaptek seperti para Lansia juga sudah disediakan layar touch screen di Kantor Desa.

Mereka hanya perlu scan KTPnya di layar tersebut, maka mereka bisa dengan mudah memilih layanan yang diperlukan.

"Itu mempermudah Lansia. Tapi kalau Lansia kita bantu di Kantor Desa," terangnya.
Tak hanya itu, aplikasi yang dibuat oleh perangkat desa dan warga disana itu. Juga mencantumkan berbagai data tentang program fisik dan non fisik dari dana desa lengkap dengan progress dan anggaran yang digunakan.

"Ini contohnya bangun jembatan, aggarannya ada berapa. Terus kalau penerima bantuan apapun, ada datanya. Jadi warga sudah tahu sapa yang nerima dan sudah ambil bantuannya," jelasnya.

Menurut Faouzi, mengingat jumlah pendudukan sebanyak 1.600 jiwa di desanya mayoritas merupakan petani.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved