Rabu, 15 April 2026

Lirik Sholawat

Bacaan Sholawat Ibrahimiyah dalam Teks Arab, Latin dan Artinya

Menurut penjelasan banyak ulama, termasuk Imam Nawawi, bahwa Sholawat Ibrahimiyah adalah bacaan sholawat paling utama bagi umat Islam.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Canva.com
SHOLAWAT DALAM SHOLAT - Foto ilustrasi untuk artikel tentang Sholawat Ibrahimiyah. Menurut penjelasan banyak ulama, termasuk Imam Nawawi, bahwa Sholawat Ibrahimiyah adalah bacaan sholawat paling utama bagi umat Islam. Sholawat ini biasa dibaca dalam sholat, tepatnya saat duduk tasyahud atau tahiyat, sehingga umat Islam umumnya membacanya lima kali sehari. 

SURYA.CO.ID - Berikut bunyi bacaan Sholawat Ibrahimiyah.

Ada banyak jenis bacaan sholawat untuk Nabi Muhammad Saw, satu di antara yang sangat dianjurkan adalah Sholawat Ibrahimiyah.

Bagaimana bacaan Sholawat Ibrahimiyah dalam teks Arab, latin dan artinya yang benar?

Baca juga: Arti dan Keutamaan Wa Shallallahu ‘Ala Sayyidina Muhammadin, Bacaan Sholawat di Akhir Doa

Menurut penjelasan banyak ulama, termasuk Imam Nawawi, bahwa Sholawat Ibrahimiyah adalah bacaan sholawat paling utama bagi umat Islam.

Bacaan sholawat ini dibaca setiap menunaikan ibadah shalat, tepatnya ketika duduk tasyahud atau tahiyat.

Mengutip laman Nahdlatul Ulama (NU), dalam bacaan sholawat ini, nama Nabi Muhammad Saw disandingkan dengan nama Nabi Ibrahim Alaihissalam (As). Adapun alasannya adalah:

1. Nabi Muhammad Saw adalah keturunan Nabi Ibrahim As dari Sayyid Abdullah hingga Nabi Ismail As.

2. Nabi Ibrahim adalah bapak agama bagi umat Islam, sementara Nabi Muhammad Saw bapak rahmat. 

3. Wujud doa Nabi Ibrahim kepada Allah Swt, agar namanya dikenang dengan baik oleh umat terakhir, yaitu umat Nabi Muhammad Saw.

4. Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammas Saw sama-sama saling melengkapi. Nabi Ibrahim mengajak ibadah haji, dan Nabi Muhammad mengajak kepada iman.

Bacaan Sholawat Ibrahimiyah

Sholawat Ibrahimiyah merupakan sholawat yang paling sering dibaca umat Islam setidaknya lima kali sehari, setiap duduk tasyahud. Berikut bunyi bacaan Sholawat Ibrahimiyah:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Arab-latin: Allahumma sholli ala muhammad wa ala ali muhammad kama shollaita ala ibrahim wa ala aali ibrahim wabaarik ala muhammad wa ala aali muhammad kama barakta ala ibrahim wa ala aali ibrahim fil alamina innaka hamidum majid.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

Tambahan Sayyidina dalam Sholawat Ibrahimiyah

Menurut Ustadz Abdul Somad dalam bukunya 77 Tanya Jawab Seputar Sholat, disebutkan menurut pendapat Madzhab Hanafi dan Syafi'i, terdapat anjuran membaca Sholawat Ibrahimiyah dengan tambahan "Sayyidina".

Adapun alasannya, karena memberikan tambahan pada riwayat adalah salah satu bentuk adab, maka lebih baik dilakukan daripada ditinggalkan.

Tambahan sayyidina dalam Sholawat Ibrahimiyah sekaligus merupakan bentuk penghormatan, sebagaiman Firman Allah SWT dalam Surat An Nur ayat 63.

الأوْلَى ذِكْرُالسَّيِّادَةِ لِأنَّ اْلأَفْضَلَ سُلُوْكُ اْلأَدَ بِ

“Yang lebih utama adalah mengucapkan sayyidina (sebelum nama Nabi SAW), karena hal yang lebih utama bersopan santun (kepada Beliau).” (Hasyisyah al-Bajuri, juz I, hal 156).

Keutamaan Sholawat Ibrahimiyah

Allah Subhanallahu wa ta'ala (Swt) telah menurunkan perintahNya untuk banyak bersholawat pada Nabi Saw, seperti yang tercantum dalam Al Qur'an Surat Al Ahzab ayat 56 berikut:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

Setiap perintah Allah Swt selalu memiliki manfaat dan keutamaan bagi umat Islam. Berikut beberapa keutamaan membaca sholawat menurut hadis.

Pertama, dikabulkan doanya. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu membaca shalawat, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah Azza wa Jalla dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah shalawat kepada Nabi. Dan setelah itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki." (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Kedua, dijanjikan pahala berlipat. Rasuullah SAW bersabda: "Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Ketiga, diangkat derajatnya. “Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula'." (HR Ahmad).

Keempat, dikumpulkan di surga bersama Nabi. Rasulullah SAW bersabda: "Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku." (HR Tirmidzi).

Kelima, mendapatkan syafaat Nabi. Dari Abdullah bin Umar, dia mendegar Rasulllah SAW bersabda: "Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat." (HR Muslim).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved