Duduk Perkara Bentrokan TNI dan Ormas GPK, Dipicu Tendang Pintu Mobil Militer, Endingnya Minta Maaf

Terungkap duduk perkara insiden bentrokan antara sejumlah prajurit TNI dan ormas Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Aliansi Tepi Barat yang viral.

youtube
TNI VS GPK - Tangka[ layar video bentrokan TNI dan GPK di Magelang. Simak duduk perkaranya. 

SURYA.co.id - Terungkap duduk perkara insiden bentrokan antara sejumlah prajurit TNI dan ormas Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Aliansi Tepi Barat yang viral baru-baru ini.

Ternyata, pemicunya adalah menendang pintu mobil milik TNI dan penggunaan knalpot brong.

Diketahui, Video bentrokan antara Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Aliansi Tepi Barat dan dua batalyon infanteri TNI di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, viral di media sosial.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (28/5/2025), dan terekam terjadi di dua lokasi: pertigaan Brojonalan, Kecamatan Borobudur, dan Tugu Bunderan Salaman.

Hal ini dibenarkan oleh Koordinator GPK Aliansi Tepi Barat, Pujiyanto.

Di Brojonalan, kericuhan melibatkan GPK dan Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista dari Sleman, DIY.

Sementara itu, di Tugu Bunderan, cekcok terjadi antara GPK dan Batalyon Infanteri 412/Bharata Eka Sakti dari Purworejo, Jawa Tengah.

Dipicu Usai Aksi Demonstrasi

Pujiyanto menjelaskan bahwa bentrokan terjadi saat anggotanya hendak pulang usai melakukan unjuk rasa di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang.

Aksi tersebut digelar untuk memprotes kasus kekerasan seksual yang melibatkan pengelola pondok pesantren.

Meski demikian, Yanto—sapaan Pujiyanto—menolak menjelaskan lebih lanjut pemicu langsung bentrokan dengan personel TNI.

"Tanyakan ke Dandim dan jajaran," ujarnya singkat usai audiensi tertutup di Kodim 0705/Magelang, Senin (2/6/2025), melansir dari Kompas.com.

GPK Minta Maaf

Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Kapolresta Kombes Herbin Garba Wiyata Jaya Sianipar, dan Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum, GPK menyanggupi permintaan maaf kepada TNI dan masyarakat.

"Kami tetap berkomitmen dengan forkompinda untuk menjaga kondusifitas," ujar Yanto.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved