Berita Viral

Bukan Program Barak Militer, Ini Alasan KPAI Sebut Gebrakan Cak Eri Cocok Dicontoh Daerah Lain

KPAI menyebut program Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS), yang diinisiasi oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, cocok menjadi contoh untuk daerah lain.

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Tribun Jabar/Deanza Falevi
BARAK MILITER - Program pendidikan berkarakter di barak militer Resimen Armed 1 Sthira Yudha, Sabtu (3/5/2025) 

SURYA.CO.ID - Bukan program barak militer yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) justru menyebut program Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS), yang diinisiasi oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, lebih cocok menjadi contoh untuk daerah lain.

KPAI menilai, program RIAS mampu menjadi contoh nasional dalam menangani permasalahan kedisiplinan dan pengembangan karakter anak.

“Program tersebut dapat menjadi role model untuk kota-kota lain. RIAS atau Rumah Ilmu Arek Suroboyo menjadi rumah yang sesungguhnya bagi anak-anak."

"Dengan demikian, penanaman kedisiplinan di sini mampu menjawab masalah hingga ke akarnya,” kata Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah, dalam rapat koordinasi bersama  Eri Cahyadi, Rabu (28/5/2025).

Ia juga mengapresiasi pendekatan humanis yang diterapkan sistem pendidikan terintegrasi di RIAS.

Menurutnya, program ini mampu menyentuh akar persoalan dan tidak hanya bersifat solusi sementara.

Ai Maryati menilai bahwa RIAS berhasil menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah anak. Hal ini tak terlepas dari keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk dukungan sektor swasta, dalam mendorong pemenuhan hak pendidikan dan pengembangan diri anak-anak.

Bahkan, ia berkesempatan untuk berinteraksi dengan anak-anak dan melihat langsung ruang keterpaduan yang ramah anak di RIAS.

Menurutnya, anak-anak telah merasakan dampak positif dari program ini, termasuk mereka yang kini berhasil menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Hal itu terwujud atas peran-peran pemerintah daerah, lalu juga ada peran swasta yang turut mendorong supaya anak memiliki karakteristik pengembangan diri dan pemenuhan haknya,” tuturnya.

Sudah Lama Dijalankan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa program RIAS merupakan kelanjutan dari perhatiannya terhadap anak-anak bermasalah sejak 2022.

Berdasarkan hasil pendataan, mayoritas anak yang butuh penanganan ini berasal dari keluarga yang tidak harmonis atau kurang kasih sayang.

“Saya mengumpulkan semua data. Sebanyak 99 anak bermasalah karena orangtuanya tidak dalam kondisi baik-baik saja,” ucap Wali Kota Eri.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved