Rabu, 15 April 2026

Puluhan Rumah Warga di Tiga Desa Situbondo Diterjang Angin Kencang

Puluhan rumah warga tiga desa di dua kecamatan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, rusak diterjang angin kencang,

Penulis: Izi Hartono | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Izi Hartono
DITERJANG ANGIN KENCANG - Puluhan rumah warga tiga desa di dua kecamatan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ruaak diterjang angin kencang, Senin (26/05/2025) sore. Hempasan angin kencang juga merobohkan kayu yang menimpa bangunan warung dan dapur umum area latihan Pusat Pendidikan Brimob. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Puluhan rumah warga tiga desa di dua kecamatan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, rusak diterjang angin kencang, Senin (26/05/2025) sore.

Rumah yang porak-poranda itu milik warga Desa Mlandingan Kulon dan Silomukti, Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo.

Hempasan angin kencang juga merobohkan kayu yang menimpa bangunan warung dan dapur umum area latihan Pusat Pendidikan Brimov, di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan.

Tak hanya itu, dua orang juru masak Brimob dilaporkan terluka dan dilarikan ke Puskesmas Mlandingan, untuk mendapatkan penanganan dan perawatan medis.

Dua korban itu, mereka bernama Heri (44/3) dan Agus Prasetya (18), warga Desa Dono, Kecamatan Temayang, Kabupaten  Bojonegoro.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto membenarkan terjadinya bencana angin kencang uang merusak banguan rumah warga di tiga desa yang tersebar didua  kecamatan di Kabupaten Situbondo.

Menurutnya, puluhan rumah warga yang terdampak dan mengalami kerusakan yang cukup parah.

"Untuk total yang tertampak, seluruhnya mencapai sebanyak 41 rumah warga," ujarnya.

Sruwi menjelaskan, peristiwa bencana angin kencang yang disertai hujan deras itu terjadi sekitar pukul 13.35 WIB melanda diseluruh wilayah Situbondo.

"Untuk korban ada dua, dan sekarang masih menjalani perawatan di Puskesmas," katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kata Sruwi, namun angin kencang menyebabkan kerugian materia yang cukup besar.

"Total kerugianya diperkirakan mencapai ratusan juta, namun untuk pastinya anggota masih menginventarisir dan mendata ulang rumah yang terdampak," jelasnya.

Salah seirang warga, Mamii mengatakan, sebelum pohon itu tumbang dan menimpa bagian dapur umum itu, tiba tiba turun hujan lebat yang disertai angin kencang.

"Kejadiannya begitu cepat dan sangat mengagerkan," ujarnya.

Akibatnya, kata Mamik, dua anggota Brimob yang sedang memasak untuk menyiapkan makanan personel Brimob yang sedang latihan tidak dapat lari untuk menyelamatkan  diri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved