Minggu, 31 Mei 2026

Berita Viral

Duduk Perkara Kepsek SD di Banten Minta Ganti Rugi Kursi dan Meja ke Wali Murid, Bupati Lebak Geram

Terungkap duduk perkara kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pasir Tangkil, Warunggunung, Lebak, Banten, minta ganti rugi kursi dan meja ke wali murid.

Tayang:
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN
GANTI RUGI - Arta Grace Monica (35) orang tua murid di Kabupaten Lebak menggotong meja dan kursi seorang diri ke sekolah setelah anaknya dituduh merusak, Senin (28/4/2025) 

SURYA.CO.ID - Terungkap duduk perkara kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pasir Tangkil, Warunggunung, Lebak, Banten, minta ganti rugi kursi dan meja ke wali murid. 

Beredar video memperlihatkan wali murid menggotong meja dan kursi ke sekolah anaknya.

Sepasang kursi dan meja itu sebagai ganti rugi karena anak dari wali murid tersebut telah merusak fasilitas sekolah. 

Orang tua murid yang terlibat, Arta Grace, akhirnya setuju untuk mengganti kerusakan meja dan kursi yang dilaporkan rusak akibat ulah putrinya.

Arta mengeluarkan uang sebesar Rp 400.000 untuk membeli satu set meja dan kursi baru.

"Saya gotong meja dan kursinya dari rumah. Uang segitu bagi saya sangat banyak, cukup buat beli beras sekarang," ungkap Arta dengan nada lirih, dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com.

Menurut Arta, dirinya merasa kesal dengan sikap pihak sekolah yang langsung menuding anaknya sebagai pelaku perusakan.

Padahal, meja dan kursi tersebut sudah dalam kondisi rusak sebelum digunakan anaknya.

"Fasilitas sekolah rusak, tapi yang mengganti orang tua siswa. Padahal memang sudah rusak dari lama. Memang aturannya seperti itu ya?" keluhnya.

Minta Ganti Rugi via Whatsapp

Arta menjelaskan, permintaan ganti rugi itu disampaikan Kepsek SDN 2 Pasir Tangkil, Fifi Siti Rofikoh,  melalui grup WhatsApp yang berisi dewan guru dan wali murid.

Ia pun terkejut.

"Awalnya kepala sekolah meminta mengganti meja dan kursi yang rusak lewat grup WhatsApp," tambah Arta."

"Meskipun demikian, beberapa wali murid lainnya juga berinisiatif untuk membantu patungan, namun Arta memilih untuk bertanggung jawab sendiri.

Dalam upayanya menuntaskan tanggung jawab, Arta membeli meja dan kursi baru secara online dengan harga Rp400.000, kemudian mengantarkannya ke sekolah dengan berjalan kaki sejauh 200 meter dari rumahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved