Senin, 18 Mei 2026

Tanam Padi Serentak Dengan Varietas Inpari 32, Situbondo Optimistis Capai Target 65 Ribu Ton

Penanaman padi dilakukan area persawahan kelompok tani (Poktan) Tani Makmur, Dusun Bendungan, Desa Kalibagor Situbondo

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/Izi Hartono (izi hartono)
TANAM PADI BERSAMA - Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah bersama Forkopimda menanam padi dalam gerakan tanam padi bersama Presiden Prabowo Subianto di Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo, Rabu (23/04/2025). Gerakan menanam padi ini bertujuan mensuksekan program ketahanan pangan nasional. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Kabupaten Situbondo juga meramaikan gerakan tanam padi serentak di 14 provinsi yang dimotori Presiden Prabowo Subianto, Rabu (23/4/2025).

Dan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional itu, Pemkab Situbondo telah mempersiapkan ribuan hektare lahan produktif dan non produktif.

Penanaman padi dilakukan area persawahan kelompok tani (Poktan) Tani Makmur, Dusun Bendungan, Desa Kalibagor Situbondo.

Penanaman itu dipimpin Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah bersama Forkopimda dengan memilih padi varietas Inpari 32 yang merupakan bibit padi unggul dengan memiliki beberapa keunggulan. 

Di antaranya, tahan terhadap hama wereng, tahan rebah, dan menghasilkan nasi pulen dengan kadar amilosa 21,8 persen.

Ulfiyah mengatakan, seiak Januari hingga April 2025 realisasi tanam yang dilakukan di Situbondo telah mencapai 24.352 hektare dengan panen sebesar 25.415 hektare. "Ini semua lahan pertanian produktif," kata Ulfiyah saat mengikuti Zoom gerakan tanaman padi bersama Presiden RI.

Mbak Ulfi menegaskan, pihaknya sangat optimistis capaian panen padi Kabupaten Situbondo akan mencapai 65.000 ton. "Bismillah optimistis tercapai. Ini strategi yang sudah dilakukan oleh kita semuanya," katanya.

Alumni Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo ini mengatakan, sebenarnya konsep ini sudah dilakukan oleh Nabi Yusuf saat paceklik saat itu. Karena itu saat ini pemda betul-betul perlu menjaga ketahanan pangan ini.

"Kepala Dinas Pertanian, PPL dan semuanya telah mengidentifikasi masalah dan solusi kebutuhan pengairan di Kabupaten Situbondo, serta emberikan pendampingan dan evaluasi kepada petani," jelasnya.

Selain berkolaborasi dengan berbagai pihak, lanjut Wabup Ulfi, adalah pendistribusian pupuk dan serapan gabah petani dengan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) Rp 6.500 per KG. "Kita juga memanfaatkan tanah marginal, tanah tegal dan lahan hutan dengan total luasan 33 hektare," tukasnya.

Wabup asal Kecamatan Jangkar ini mengatakan selama ini pendampingan dari pemda sudah optimal, karena telah berkaloborasi dengan DPRD untuk mensosialisasikan program ini melalui resesnya. "Melalui temu masyarakat itulah disampaikan bahwa HPP gabah itu Rp 6.500 per KG," tegasnya.

Sementara Wakil Kepala Perum Bulog Cabang Bondowoso, Panji Prasetyo mengatakan, saat ini Bulog telah bekerjasama dengan kodim, sehingga semua informasi baik dari PIP maupun Babinsa dapat diterima.

Untuk pengambilan hasil panen atau gabah kering panen (GKP) petani, kata Panji, ada dua pola yang telah dilakukan pihak Bulog. "Ada yang kami jemput dan ada yang diantar petani," katanya.

Untuk proses penjemputan itu, Panji menjelaskan, setelah pihak Bulog menerima informasi panen dari petani dan turun ke lapangan untuk melakukan survey.

Panji memastikan Bulog hanya menerima hasil panen dari petani di wilayah kerjanya yakni Situbondo dan Bondowoso.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved