Ngalam Rijik Menuju Kota Malang Indah dan Nyaman
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin memiliki program bernama Ngalam Rijik
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, MALANG - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin memiliki program bernama Ngalam Rijik. Ngalam Rijik merupakan program yang masuk dalam Dasa Bakti Unggulan untuk mewujudkan Kota Malang Mbois dan Berkelas. Ngalam Rijik difokuskan pada peningkatan kebersihan dan pengelolaan lingkungan di Kota Malang.
Program ini mencakup inisiatif seperti pengelolaan sampah mulai dari TPS hingga TPA. Program ini menyasar pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan.
Wahyu Hidayat yakini kesadaran masyarakat merupakan dasar untuk membenahi manajemen sampah di Kota Malang. Fasilitas pendukung hanya menjadi alat penunjang. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga Kota Malang. Dengan lingkungan yang bersih, kenyamanan akan dirasakan oleh masyarakat. Wahyu menegaskan, komitmennya untuk menghadirkan perubahan positif dan berkelanjutan bagi kebersihan Kota Malang.
Pemkot Malang telah merevitalisasi enam TPS di Kota Malang. Revitalisasi ini merupakan langkah awal penanganan sampah. Pemerintah akan memperbanyak revitalisasi TPS ke depannya. Program revitalisasi mendapat dukungan pendanaan dari para pelaku usaha melalui program corporate social responsibility (CSR). Enam TPS yang mendapat sentuhan revitalisasi adalah TPS Muharto, TPS Sulfat, TPS Merjosari, TPS Ikan Tombro, TPS Kartini, dan TPS Wilis.
Wahyu mengatakan penanganan sampah akan berdampak besar terhadap Kota Malang. Pemkot Malang memiliki konsep yang cukup serius. Beberapa waktu lalu, Wahyu meninjau saluran air di Jalan Sukarno-Hatta. Dalam tinjauannya itu, Wahyu kaget menemukan banyak sampah yang menyumbat saluran air.
Wahyu yakin sampah-sampah itu yang menyebabkan banjir. Jika penanganan sampah telah baik sejak dari masing-masing rumah warga, Wahyu yakin tidak akan ada sampah yang memadati saluran air di Kota Malang. Selain menyebabkan banjir, sampah juga membuat pemandangan lingkungan tidak indah. "Saya kaget melihat begitu banyak sampah plastik di saluran air," ujar Wahyu.
Revitalisasi enam TPS telah rampung. Setelah dibangun, kondisi enam TPS itu semakin lebar. Tempat penampungannya juga semakin luas. Ada saluran pembuangan cairan sehingga tidak merembet ke jalanan. "Kami telah buat pengaturan waktu pembuangan sampah agar tidak mengganggu pengguna jalan. Dengan begitu, TPS yang semula terlihat kumuh, akan menjadi ramah lingkungan," katanya.
Wahyu mengatakan perlu dukungan masyarakat dalam penanganan sampah. Kota Malang telah menjadi tujuan wisata, maka kebersihan dan kenyamanan harus dijaga. Wahyu berharap masyarakat bisa menjaga kondisi itu dengan cara bijak mengelola sampah.
Sesuai data di Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Kota Malang sebanyak 778,34 ton per hari, sehingga total timbulan sampah setahun mencapai 284,095.41 pada tahun 2024. Sumber sampah terbanyak dari rumah tangga sebanyak 371,09 ton menyusul perkantoran 2,44 ton, perniagaan 112,37 ton, pasar 23,45 ton, fasilitas publik 49,30 ton, kawasan 186,80 ton, dan lainnya 32,89 ton.
Adapun komposisi sampah terdiri dari sisa makanan 54,39 persen, kayu ranting 13,60 persen, kertas karton 4,47, plastik 13,66 persen, logam 0,98 persen, kain 0,52 persen, karet-kulit 0,21 persen, kaca 1,78 persen, dan lainnya 10,39 persen.
"Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Malang untuk mendukung program revitalisasi TPS ini dengan cara memilah sampah di rumah tangga masing-masing," imbuh Wahyu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Rahman menyebut ada 77 TPS di Kota Malang. Enam diantaranya telah menjadi pilot project. “Ini merupakan langkah awal dan motivasi untuk meningkatkan fasilitas TPS lainnya. Harapannya ini bisa menggugah, baik pemerintah maupun pihak swasta untuk pengelolaan sampah di Kota Malang yang lebih baik,” ujar Rahman.
Beberapa perbaikan dilakukan agar fungsi TPS dapat dioptimalkan, seperti peninggian tembok, perbaikan rangka atap, pembuatan landasan khusus keluar masuk kendaraan pengangkut sampah, hingga pengecatan.
Berdasarkan data dari DLH, pada tahun 2024 lalu total jumlah timbulan sampah di Kota Malang yang setiap harinya mencapai 731,29 ton/hari. 98,68 persen dari total tersebut telah berhasil dikelola. Diharapkan dengan peningkatan fasilitas, salah satunya adalah TPS, penanganan sampah di Kota Malang akan semakin baik serta berkontribusi dalam mendukung Indonesia Bebas Sampah 2025.
Upaya membuat Kota Malang menjadi lebih bersih mendapat dukungan dari kelompok masyarakat. Forum Komunikasi Gerakan Sosial Lingkungan Hidup Malang Raya mendorong Pemkot Malang bisa mengoptimalkan bank sampah di tingkat rukun warga. Perwakilan dari FKGSLH Malang Raya, M Isyroqi Basil menjelaskan perlunya bank sampah di tingkat bawah untuk mengurangi kapasitas di tingkat TPS hingga TPA. "Kami dorong ada bank sampah di tingkat RW. Perlu ada bank sampah di tingkat RW agar pola kerja penanganan sampah efektif. Penanganan sampah ini kan juga bagian dari Dasa Bakti Unggulan yang dicanangkan wali kota," katanya.
| Beda Nasib Rismon Sianipar dan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi: Satu Demo, Satunya Tidur Nyenyak |
|
|---|
| Cara Mengurus Surat Keterangan Sehat untuk Daftar Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Segini Biayanya |
|
|---|
| Sosok Nazaruddin yang Klaim Banyak Tokoh Segera Gabung Partai Rakyat Indonesia Selain Wiranto |
|
|---|
| Kalahkan Timnas Indonesia U-17, Pelatih Malaysia : Modal Mental Bertanding |
|
|---|
| Nasib 16 Mahasiswa FH UI yang Lecehkan Mahasiswi Kini Dinonaktifkan, Sinyal Keras bagi Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Ali-Muthohirin-memiliki-program-bernama-Ngalam-Rijik.jpg)