Komisi VI DPR RI Dorong Penguatan Ekosistem BUMN di Sektor Perkebunan dan Kehutanan

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda strategis dalam memperkuat sektor perkebunan dan kehutanan

Foto Istimewa SGN
KUNJUNGAN KOMISI VI DPRRI - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini (kiri) bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo (tengah) saat kunjungan kerja reses di Kantor PT SGN, di Surabaya, Rabu (9/4/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda strategis dalam memperkuat sektor perkebunan dan kehutanan melalui optimalisasi peran ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja reses ke Kantor PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) di Surabaya, Rabu (9/4/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda strategis dalam memperkuat sektor perkebunan dan kehutanan melalui optimalisasi peran ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hadir dalam kesempatan ini jajaran manajemen PTPN Group yang terdiri dari PTPN III Holding, PT SGN, PTPN IV PalmCo, dan PTPN I SupportingCo.

Kunjungan kerja ini menyoroti pentingnya pengawasan atas pelaksanaan anggaran dan investasi negara, khususnya di sektor-sektor strategis yang berperan besar dalam perekonomian nasional.

“Kami ingin memastikan kebijakan dan pengelolaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas. Ekosistem BUMN adalah mitra strategis negara dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo.

Dalam sesi pemaparan, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan, transformasi besar yang dilakukan PTPN Group telah menunjukkan hasil signifikan.

Transformasi ini dilakukan melalui integrasi struktur menjadi entitas holding dan tiga subholding sebagaimana tertuang dalam Permenko No. 21 Tahun 2022 dan Perpres No. 40 Tahun 2023.

“Tahun 2024, PTPN Group berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 3,26 triliun, dengan komoditas utama seperti sawit dan tebu menjadi penyumbang keuntungan terbesar,” jelas Ghani.

Komitmen PTPN dalam mendukung program Swasembada Gula Konsumsi 2027 juga menjadi sorotan.

Saat ini, PT SGN mengelola empat dari sepuluh pabrik gula dengan rendemen tertinggi di Indonesia, yaitu PG Modjopanggoong, PG Pradjekan, PG Ngadiredjo, dan PG Wonolangan.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan, pihaknya menargetkan produksi gula tahun 2025 mencapai 1,01 juta ton, dengan produktivitas tebu rata-rata sebesar 73,24 ton per hektar.

“SGN juga melakukan kolaborasi salah satunya dengan pihak Perhutani melalui program Agroforestry untuk penambahan luas areal tanam tebu”, tambah Mahmudi.

Di akhir kegiatan, Komisi VI menegaskan pentingnya konsistensi dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), baik di lingkungan internal perusahaan maupun eksternal, guna menciptakan tata kelola yang akuntabel dan berdaya saing global.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved