Modifikasi Sajian Lebaran Tahun Ini, Kurangi Santan dan Perbanyak Buah
Lebaran selalu identik dengan hidangan khas yang menggoda selera. Ketupat sayur, opor ayam, rendang daging, dan kue-kue kering menjadi sajian utama di
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID, Surabaya - Lebaran selalu identik dengan hidangan khas yang menggoda selera. Ketupat sayur, opor ayam, rendang daging, dan kue-kue kering menjadi sajian utama di meja makan.
Namun, di balik kenikmatan itu, ada tantangan tersendiri dalam menjaga pola makan sehat selama perayaan berlangsung.
Lailatul Muniroh SKM MKes, dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair), mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam menikmati hidangan lebaran.
Menurutnya, kebiasaan menahan lapar selama Ramadhan sering kali berujung pada pola makan berlebihan saat hari raya tiba.
“Prinsipnya, ambil makanan secukupnya dan nikmati dengan bijak. Kurangi makanan bersantan dan berlemak tinggi, tambahkan sayuran, serta batasi konsumsi makanan manis dan gorengan. Minum air putih yang cukup dan tetap aktif bergerak,” ujarnya.
Pilihan makanan yang lebih sehat tetap bisa menjadi bagian dari perayaan tanpa mengurangi kelezatan sajian khas lebaran.
Lailatul menyarankan penggunaan santan encer atau susu rendah lemak untuk masakan berkuah, serta memilih daging tanpa kulit untuk mengurangi lemak berlebih.
“Campuran nasi putih dan nasi merah bisa meningkatkan asupan serat dalam ketupat. Sambal goreng kentang bisa diganti dengan tempe atau tahu, sedangkan kue kering dapat diganti dengan camilan sehat seperti buah,” tambahnya.
Selain itu, ada banyak alternatif hidangan sehat yang bisa dinikmati bersama keluarga, seperti sayur asem, sayur bening, sup sayuran, sup ikan, pepes ikan, tumis sayuran, dan urap.
Untuk camilan, pilihan yang lebih ringan dan bergizi antara lain buah-buahan segar seperti apel, jeruk, melon, dan semangka, serta salad buah, kurma, puding santan rendah lemak, dan roti gandum.
"Minuman yang dianjurkan pun lebih alami, seperti air putih, infused water, atau jus buah tanpa tambahan gula,"urainya.
Dengan sedikit penyesuaian,menurutnya sajian lebaran tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.
"Menyantap hidangan khas dengan porsi yang bijak dan mengganti beberapa bahan dengan pilihan yang lebih sehat dapat menjadi cara terbaik untuk tetap bugar selama momen istimewa ini,"pungkasnya.
===
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur. Klik di sini untuk untuk bergabung
| Startup Mahasiswa ITS Terangin Tembus Top 6 Global Challenge di AS |
|
|---|
| Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair : Olahan Ikan Gabus Bisa Tekan Konsumsi Junk Food |
|
|---|
| Cuaca Surabaya Hari Ini Jumat 8 Mei 2026: Cerah Sejak Pagi, Berawan pada Siang hingga Malam |
|
|---|
| Aksi Maling Motor Gondol Honda Scoopy Mahasiswa di Ngagel Jaya Surabaya Terekam CCT |
|
|---|
| Kampung Jepang Surabaya, Disulap dari Lahan Sampah Jadi Wisata Viral |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Dosen-Gizi-Fakultas-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Airlangga.jpg)