Berantas Sudah Bisa Digunakan, Masyarakat Situbondo dapat Layanan Kesehatan Gratis
Program unggulan ini hadir untuk memberikan layanan kesehatan gratis dan mudah diakses bagi warga Situbondo.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Program unggulan ' Berobat Tanpa Batas" Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Ulfiyah, sudah bisa digunakan masyarakat Situbondo.
Program unggulan ini hadir untuk memberikan layanan kesehatan gratis dan mudah diakses bagi warga Situbondo.
Program Berantas kini sudah menerapkan Universal Health Coverage (UHC), sehingga bisa digunakan di berbagai rumah sakit di Kabupaten Situbondo maupun luar kota Situbondo dan termasuk rumah sakit swasta dan negeri di seluruh Indonesia.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio melalui Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) setempat, dr. Sandy Hendrayono menjelaskan, berobat tanpa batas atau Berantas telah bisa digunakan oleh masyarakat.
"Sudah bisa digunakan, sejak bupati dilantik program Berantas sudah bisa digunakan, karena kabupaten Situbondo sudah UHC," ungkap dr Sandy.
dr Sandy mengungkapkan, masyarakat yang ingin berobat tapi tidak memiliki biaya hanya menunjukkan KTP maupun KK akan mendapatkan penanganan medis.
"Yang sakit maupun keluarga tidak perlu repot mengurus administrasi, hanya menunjukan KTP dan KK ke Pelayanan Pukesmas, RSUD maupun Dinkes nanti akan didaftarkan kepesertaan ke BPJS, dan saat itu juga sudah bisa digunakan," ungkapnya.
Dengan menunjukkan KTP atau KK, lanjut dr Sandy nanti akan dicek apakah yang bersangkutan telah terdaftar ke BPJS atau belum.
Jika sudah terdaftar ke BPJS mandiri kan tetapi ada tunggakan maka Dinkes akan memindahkan kepesertaannya dari Mandiri ke penerima bantuan iuran daerah atau PBI-D.
"Untuk yang masyarakat tidak mampu akan dicek data DTKS nya terlebih dahulu. Jika belum terdaftar akan diantrekan dan ini tidak berpengaruh ke pelayanan kesehatan, penanganan tetap jalan, administrasi menyusul. Baru setelah itu didaftarkan kepesertaannya ke BPJS PBI-D, Itu bisa digunakan langsung oleh satu KK," jelas dr Sandy.
Untuk merealisasikan program Berantas ini, kata dr Sandy, pemerintah daerah menggelontorkan dana APBD sebesar Rp 52 miliar setiap tahunnya, sehingga masyarakat bisa bernafas lega tanpa bingung biaya pengobatan
Salah satu warga pengguna program Berantas, Muhammad Zainullah (40), asal Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, mengungkapkan manfaat besar dari program ini.
"Sebelumnya, saya harus memikirkan biaya sebelum berobat. Sekarang, semuanya terasa lebih mudah karena pengobatan bisa dilakukan tanpa biaya," kata Zainullah.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Apa Kabar Board of Peace Bentukan Donald Trump? Miliaran Dolar Cuma Omon-omon, Kini Terancam Kolaps |
|
|---|
| Bukti-bukti Ini Bikin Rifanto Gelagapan di Sidang Pembunuhan Haji Sahroni Sekeluarga, Ada KTP Palsu |
|
|---|
| Forum D-8 Youth Dialogue di Surabaya Soroti Ketahanan Energi dan Pangan Dunia |
|
|---|
| Sosok Ning Sisca, Pendakwah Malang yang Pernyataannya Soal Kasus Pelecehan di Ponpes Disorot MUI |
|
|---|
| Sosok Agus Andrianto yang Nonaktifkan Silmy Karim dan 7 Pejabat Ditjen Imigrasi Tersangka Korupsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/program-Berantas-didesa-dan-di-berbagai-titik-jalan-raya-Kota-Situbondo.jpg)