Senin, 4 Mei 2026

Berita Viral

Dedi Mulyadi dan Gubernur Banten Ngotot Larang Study Tour Meski Mendikdasmen Izinkan, Alasan Serupa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti yang mengizinkan study tour, tak diikuti dua kepala daerah.

Tayang:
Editor: Musahadah
Kolase Kompas.com Intan Afrida Rafni
KOMPAK LARANG STUDY TOUR - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kiri) yang melarang study tour. Kini, kebijakannya diikuti banyak kepala daerah lain, seperti Gubernur Banten, Andra Soni (kanan) Gubernur Banten, Andra Soni; Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie; dan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Tangsel, Rabu (5/3/2025). 

SURYA.CO.ID - Pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti yang mengizinkan study tour, tak diikuti dua kepala daerah di Jawa.

Mereka adalah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur Banten Andra Soni.

Keduanya menegaskan tetap melarang study tour ke luar wilayahnya dengan alasan serupa. 

"Mendikdasmen tidak melarang, Provinsi Banten melarang keluar study tour ke luar Provinsi Banten," kata Andra Soni, dikutip dari kompas.com, Rabu (26/3/2025).

Andra menjelaskan, selama ini study tour erat kaitannya dengan wisata, bukannya pendidikan.  

Baca juga: Alasan Prinsip Dedi Mulyadi Tetap Larang Study Tour Meski Mendikdasmen Izinkan, Ungkap Rintihan Ortu

Siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), lanjutnya, bisa melakukan kunjungan ke pabrik di daerah tersebut guna mengenal dunia industri.

Hal tersebut bertujuan mempersiapkan siswa sebelum kelulusan.

"Kalau bicara tentang SMK, sekolah, kejuruan terkait dengan mereka mau study tour ke pabrik-pabrik. Pabrik kita banyak. Mau pabrik apa? Krakatau steel ada, pabrik baja, pabrik kimia," sebut Andra.

"Jadi poinnya pemerintah Provinsi Banten melarang untuk study tour ke luar Banten," tegasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Banten lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten merilis surat edaran (SE) bernomor 900.1.7.1/6345/Dindikbud/2025 tentang larangan pelaksanaan karyawisata/study tour dan kegiatan outing class ke luar Provinsi Banten.  

SE tersebut ditujukan ke pengawas dan kepala SMA, SMK, dan SKh se-Provinsi Banten.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai, selama ini study tour lebih banyak bersifat rekreasi daripada memiliki nilai edukasi yang jelas.

“Study tour itu bukan sekadar urusan bus atau perjalanan, tetapi lebih kepada bisnis di baliknya," kata Dedi dikutip Surya.co.id dari Kompas.com pada Selasa (24/3/2025). 

Baca juga: Larangan Study Tour yang Diinisiasi Dedi Mulyadi Makin Meluas, Kementerian Pariwisata Turun Tangan

Menurutnya, seharusnya ini perjalanan pendidikan, tapi faktanya lebih banyak didominasi oleh travel dan bisnis pariwisata.

"Jika seperti itu, namanya bukan study tour, melainkan piknik,” ujar Dedi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (24/3/2025) malam. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved