Ramadan 2025
Calo Jual Tiket Mudik Gratis di Pelabuhan Jangkar, Kapolres Situbondo Janji Akan Menindak Tegas
beberapa pemudik gratis di Pelabuhan Jangkar mengaku harus membayar antara Rp 250.000 sampai Rp 380.000 per orang
Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Polres Situbondo akan menyelidiki dugaan adanya praktik percaloan dalam penjualan tiket mudik lebaran gratis di Pelabuhan Jangkar. Pernyataan tegas ini disampaikan Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, Senin (24/3/2025).
Menurut kapolres, sejauh ini pihaknya masih pulbaket atau mengumpulkan bukti bukti dugaan adanya calo yang menjual tiket mudik gratis itu. "Kita masih pulbaket untuk mengungkap penjualan tiket mudik gratis itu," kata Rezi kepada para wartawan.
Rezi berharap masyarakat menginformasikan adanya praktik calo tiket yang meresahkan para pemudik itu. Karena begitu ada laporan maka polisi akan segera bertindak. "Laporkan saja, yang jelas akan kita tindaklanjuti," tegasnya.
Sebelumnya, beberapa pemudik gratis di Pelabuhan Jangkar mengaku harus membayar antara Rp 250.000 sampai Rp 380.000 per orang untuk mendapatkan tiket mudik gratis tujuan Kepulauan Raas.
Meski Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menepis dugaan itu saat melepas armada mudik gratis di Pelabuhan Jangkar, tentu saja kejadian ini menjadi tamparan bagi kepolisian dan otoritas pelabuhan setempat.
Sementara Camat Raas, Subiyakto juga menyayangkan adanya calo yang menjual tiket mudik gratis untuk program mudik dari Pemkab Sumenep itu.
"Mudik gratis ini kan program pemerintah, kok bisa ada tiket mudik gratis yang kemudian diperjualbelikan," kata Subiyakto di Pelabuhan Jangkar.
Selain itu, kata Subiyakto, ada banyak calon pemudik sampai tertahan lebih dari 3 hari untuk pulang kampung. Ia mengaku, kejadian seperti ini tidak hanya sekali dua kali, namun hampir setiap tahun terjadi.
Sehingga pihaknya berharap agar program mudik gratis dihapus, karena masih menyusahkan pemudik.
"Hapus saja program mudik gratis ini, yang penting pemerintah menyediakan armada yang lebih banyak agar tidak ada warga saya yang tertahan sampai berhari-hari di Pelabuhan Jangkar," pungkasnya. ****
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.