Calo Bergentayangan di Situbondo Saat Khofifah Lepas Mudik Gratis, Pemudik Diminta Bayar Rp 380 Ribu

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono mengatakan, mudik gratis sudah berjalan sejak 22 Maret hingga 11 April 2025

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/Izi Hartono (izi hartono)
ARMADA MUDIK GRATIS - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansyah melepas pemudik gratis asal Kepulauan Raas di Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Senin (24/03/2025). Para pemudik ternyata ada yang tidak pulang gratis, namun harus membeli Rp 250.000 hingga Rp 380.000 per orang. 


SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Seremonial pelepasan pemudik gratis dari Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo menuju Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep Madura seharusnya begitu sempurna. Para pemudik bisa naik kapal gratis dengan naik KMP Wicitra Dharma Satu ke kampung halamannya.

Pelepasan ratusan pemudik itu dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Dishub, Polres setempat dan otoritas pelabuhan, Senin (24/3/2025).

Tetapi ternyata program ini tidak sepenuhnya gratis, alias tetap membuat sebagian pemudik membayar. Apalagi kalau bukan akibat ulah para calo yang bergentayangan dan memanfaatkan ketidaktahuan calon pemudik tentang mekanisme mudik gratis.

Karena meski berlabel mudik gratis, banyak pemudik yang tertipu dan harus mengganti tiket yang seharusnya gratis itu, antara Rp 250.000 hingga Rp 380.000 per orang.

Seperti yang dialami pemudik asal Pulau Raas bernama Rudi, ia sudah mendapatkan tiket bertuliskan 'gratis', namun ia diharuskan membayar sebesar Rp 380.000. "Jadi saya membeli tiketnya dari calo," kata Rudi.

Pria asal Kepulauan Raas itu terpaksa tetap membayar tiket mudik gratis itu karena ingin segera pulang ke kampung halamannya. "Meski harus bayar, yang penting saya bisa pulang," sesalnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono mengatakan, mudik gratis sudah berjalan sejak 22 Maret hingga 11 April 2025.

Selama mudik gratis ini, kata Nyono, pihaknya menyediakan 7 trip dalam melayani masyarakat di kepulauan Raas dan Sapudi. "Enam kali pulang pergi dari Jangkar ke Raas dan satu pergi dari Jangkar ke Sapudi," ujarnya.

Dikonfrmasi terpisah, Gubernur Khofifah mengatakan, pihaknya menyiapkan 70 armada bus yang akan melayani pemudik ke berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur.

Selain itu, kata Khofifah, pihaknya juga menyediakan kapal-kapal yang akan melayani pemudik gratis dari Kepulauan Raas dan Sapudi. "Semua pemudik diberangkatkan melalui Pelabuhan Jangkar, " ujarnya.

Dengan mudik gratis ini, lanjut Khofifah, diharapkan masyarakat bisa terlayani dengan angkutan publik saat mudik dan balik lebaran. "Yang dari Jakarta dan Surabaya, itu juga mudik dan balik lebaran," katanya.

Tidak hanya itu, Khofifah juga menjelaskan, pihaknya juga melayani mudik dan balik lebaran berbasis kampus yang disesuaikan dengan permintaan.

"Jadi kami menyampaikan terima kasih, karena Kapolres dan Bupati  Situbondo menyiapkan pos layanan terpadu dan pos kesehatan di Pelabuhan Jangkar," ujar Khofifah.

Saat ditanya adanya pemudik gratis yang masih membayar biaya tiket, Khofifah tidak memberikan penjelasan. "Yang mana (harus membayar), sampeyan kok ada saja," kilahnya.  *****

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved