Sambut Ramadhan, Satpol PP Surabaya Perbanyak Operasi Yustisi Sasar Rumah Kos
Khusus menyambut Ramadhan, Pemkot Surabaya memperbanyak operasi yustisi untuk mencegah penyakit masyarakat.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Khusus untuk menyambut Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperbanyak operasi yustisi untuk mencegah penyakit masyarakat (pekat).
Operasi yustisi di antaranya menyasar rumah kos di Jalan Tambak Wedi Sejahtera pada Rabu (26/2/2025).
"Giat operasi yustisi ini, kami menyasar sebanyak delapan rumah kos," kata Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Kota Surabaya, Yudhistira saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (27/2/2025).
Operasi ini, sekaligus menindaklanjuti aduan masyarakat terkait adanya indikasi penyalahgunaan rumah kos tersebut.
"Kedelapan tempat kos ini berada di dalam satu wilayah yang sama,” jelas Yudhis.
Para personel mengecek identitas terhadap para penghuni kamar kos.
"Kami ketuk satu per satu kamar kos dan kami lakukan pengecekan KTP. Apabila ada pasangan laki-laki dan perempuan, kami juga minta surat keterangan suami istri milik mereka,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan, terdapat satu pasangan bukan suami istri yang tinggal dalam satu kamar. Sebab, mereka tidak dapat menunjukkan dokumen pernikahan kepada petugas.
"Sehingga, mereka langsung kami bawa ke kantor Kelurahan Tambak Wedi untuk dimintai keterangan,” terang Yudhis.
Selain itu, para petugas juga mendapati satu keluarga yang memiliki bayi berusia 7 bulan yang dalam kondisi malnutrisi.
Satpol PP Kota Surabaya pun langsung koordinasi dengan puskesmas dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, untuk penanganan lebih lanjut.
"Kami koordinasikan dengan Dinas Sosial dan puskesmas setempat untuk tindakan lebih lanjut,” sebutnya.
Yudhis menegaskan, ke depan, Satpol PP Kota Surabaya akan lebih masif menggelar operasi yustisi dengan sasaran yang berbeda. Pihak Satpol PP Surabaya juga mengantisipasi adanya praktik prostitusi di rumah kos.
"Operasi ini secara masif bakal kami lakukan, sasarannya tidak hanya rumah kos saja, bisa juga tempat penginapan maupun tempat pijat. Upaya ini kami lakukan untuk menekan angka prostitusi di Surabaya,” tegas Yudhis.
Lurah Tambak Wedi, Matlila, mengatakan bahwa operasi yustisi kali ini tidak hanya melakukan pengecekan kartu identitas maupun dokumen pernikahan saja, namun juga mengecek izin rumah kos tersebut.
“Kami lakukan pengecekan perizinan, kami akan tindaklanjuti jika pemilik belum memiliki izin. Kami juga siap membantu pemilik untuk segera mengurus perizinannya,” kata Matlila.
Dia mengimbau, apabila warga menemukan kasus serupa, bisa melapor.
“Bisa lapor ke kelurahan, nanti kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Satpol PP maupun Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) untuk perizinannya,” terangnya.
Setiap aduan masyarakat yang diterima oleh Kelurahan Tambak Wedi, akan langsung dilakukan pengecekan bersama perangkat wilayah setempat.
"Kami profiling terlebih dahulu dengan RT/RW maupun dengan tokoh masyarakat setempat. Apakah benar kos-kosan yang diadukan seperti itu, kami akan berikan solusi,” tutupnya.
| Tradisi Sakral Cethik Geni, PG Ngadiredjo Siap Giling 2026 |
|
|---|
| Terlanjur Menkeu Purbaya Diprotes Negara Tetangga Gegara Tarif Selat Malaka, Kemlu Beri Penjelasan |
|
|---|
| Mengenal Kanker Prostat yang Diidap PM Israel Benjamin Netanyahu, Kenali Gejalanya Sebelum Parah |
|
|---|
| Kronologi Kurir Paket Dibegal di Lumajang, Pelaku Acungkan Sajam Honda Beat Raib |
|
|---|
| Sosok Ketua Relawan yang Bantah Jusuf Kalla Soal Siapa Lebih Berperan Antar Jokowi Jadi Presiden |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/operasi-yustisi-dengan-menyasar-rumah-kos-di-Surabaya.jpg)