Selasa, 14 April 2026

Sidoarjo Dikepung Banjir, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Bahkan, ratusan warga sampai harus mengungsi.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
BANJIR SIDOARJO - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana bersama Ketua TP PKK Sidoarjo, Sriatun Subandi melakukan sidak ke sejumlah lokasi banjir di Sidoarjo Jawa Timur, Rabu (26/2/2026). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), usai hujan deras mengguyur dalam dua hari terakhir.

Bahkan, ratusan warga sampai harus mengungsi, karena rumahnya kebanjiran, Rabu (26/2/2025). 

Data di BPBD Sidoarjo menyebut, ada 128 keluarga di Desa Tempel dan 168 keluarga di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, yang terpaksa mengungsi. 

“Lokasi pengungsian sementara di rumah-rumah saudaranya yang tidak kebanjiran. Tapi sebagian juga masih bertahan di rumahnya,” kata Kepala BPBD Sidoarjo Mustain Baladan. 

Di dua desa itu, memang banjirnya terbilang tinggi. Mencapai kisaran 50-70 sentimeter, merendam sekitar 183 rumah warga di Desa Barengkrajan. 

Sementara, di Desa Tempel ada sekitar 255 rumah yang kebanjiran. 

Banjir juga merendam tiga desa di Kecamatan Candi. Yakni di Desa Candi, Balongdowo dan Durung Bedug. Ketinggian air sekitar 20 - 35 sentimeter. 

Di Kecamatan Sidoarjo Kota, banjir merendam daerah Banjarbendo dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. 

Di Kecamatan Porong, banjir menggenang di empat desa. Desa Wunut, Kedungsolo, Pesawahan dan Desa Candipari. Ketinggian air sekitar 15 - 30 sentimeter. 

Sedangkan di Kecamatan Krembung, banjir merendam Desa Tajekwagir dengan ketinggian sekitar 15 sentimeter. 

Di Kecamatan Tanggulangin, banjir merendam Desa Kedungbanteng dan Banjarsari dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter.  

Penyebab banjir itu, karena sungai tak mampu menampung air seiring tingginya volume hujan. 

Di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian misalnya, Sungai Kalimas yang berada di sana tidak mampu menampung air hujan. 

Akibatnya, luberan air Sungai Kalimas membanjiri pemukiman warga. Dusun Badas, Desa Barengkrajan menjadi wilayah yang paling terdampak banjir. Ketinggian air mencapai 90 sentimeter. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah membuka Posko Siaga Banjir di desa tersebut. Dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak juga telah dibuka. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved