Minggu, 19 April 2026

Alasan Berang Berang Tidak Boleh Dipelihara Di Rumah? Hotman Paris Digigit Berobat ke Singapura

Sekalipun sudah jinak, tetap saja hewan memiliki naluri sebagai makhluk di alam bebas.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Wiwit Purwanto
Tribunnews/Ibriza Fasti /hotmanparisofficial
HOTMAN PARIS SAKIT - Pengacara Hotman Paris Hutapea jatuh sakit dan dirawat ke rumah saat mengikuti sidang kasus pencemaran nama baik terdakwa Razman Nasution di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (20/2/2025). Terkini, Hotman Paris melalui unggahan video di akun Instagram mengabarkan kondisinya sedang demam tinggi. 

SURYA.CO.ID – Bis jadi bagi sebagaian orang memelihara berang – berang atau biasa disebut Otter tampak lucu dan akhirnya dipelihara di rumah.

Namun di balik itu, binatang berang-berang ternyata galaknya luar biasa.

Seperti yang disampaikan dokter hewan drh. Nur Purba Priambada saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (25/2/2025).

Ia menegaskan, hewan liar itu tidak boleh dipelihara di rumah.

Sekalipun sudah jinak, tetap saja hewan memiliki naluri sebagai makhluk di alam bebas.

Belum lama in pengacara kondang Hotman Paris jadi korban. Ia digigit berang-berang peliharaannya.

“Memang sebaiknya satwa liar seperti berang-berang ini sebaiknya tidak dipelihara. Satwa liar masih punya naluri liar yang bisa membahayakan jika merasa stress dan terancam,” kata dia.

Purbo menyebut, memelihara satwa liar memang bertentangan dengan asas kesejahteraan satwa.

Sejatinya satwa liar sejahtera ketika hidup di alam.

“Mereka itu galaknya luar biasa. Ketika mereka ditangkap di alam, lalu dijinakkan, dikandangkan, bahkan kadang dikasih pakan yang tidak sesuai, maka akan membuat mereka stress bahkan sakit,” jelas drh.Purbo.

Saat mereka stress, selain bertindak galak, setiap hewan dan satwa liar yang stress akan menurunkan kekebalan tubuh sehingga gampang tertular dan menularkan penyakit zoonosis, termasuk berang-berang juga masih bisa menjadi hewan pembawa rabies.

“Makanya kadang berang-berang yang dipelihara giginya di pangkur dan ini juga sangat menyiksa hewan,” tegasnya.

Berang-berang merupakan satwa sosial dan teritorial.

Mereka bisa melakukan serangan agresif hanya karena interaksi negatif antara manusia di sekitarnya.

Gigi mereka tajam dan gigitannya kuat. Terkadang di rongga mulut mereka ada kontaminasi bakteri tertentu yang bisa membuat luka infeksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved