Kamis, 23 April 2026

Lirik Sholawat

Lirik Sholawat Ibrahimiyah, Lengkap Sejarah dan Keutamaan

Sholawat Ibrahimiyah dilafalkan setiap duduk tasyahud akhir saat melaksanakan sholat. Berikut liriknya

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Canva
Ilustrasi - Bacaan atau Lirik Sholawat Ibrahimiyah 

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu membaca shalawat, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah Azza wa Jalla dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah shalawat kepada Nabi. Dan setelah itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki." (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

4. Pahala berlipat

Rasuullah SAW bersabda: "Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

5. Mendapat syafa'at

Dari Abdullah bin Umar, dia mendegar Rasulllah SAW bersabda: "Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat." (HR Muslim).

Sejarah Sholawat Ibrahimiyah

Dalam bacaan Sholawat Ibrahimiyah, nama Nabi Muhammad SAW bersanding dengan Nabi Ibrahim alaihissalam.

Dikutip dari laman jaringansantri.com, Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Murah Labib Tafsir an-Nawawi atau tafsir Al-Munir menjelaskan, ada empat hal yg menjadi alasan mengapa Nabi Muhammad bersanding dengan Nabi Ibrahim.

1. Sesungguhnya Nabi Ibrahim alaihissalam pernah berdoa teruntuk Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dengan doa ini (Sholawat Ibrahimiyah). Karena hal inilah Allah subhanahu wa ta’ala, menggerakkan lisan umat Nabi Muhammad senantiasa menyebut nama Nabi Ibrahim sbg bentuk balasan kebaikan teruntuk Nabi Ibrahim. 

2. Nabi Ibrahim pernah berdoa “Ya Allah jadikanlah untukku sebutan yang baik pada umat terakhir, yakni dari umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.” Dan Allah mengabulkan doa tersebut, sehingga menyambung penyebutan Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim sebagai pujian yang baik dari umat Nabi Muhammad untuk Nabi Ibrahim.

3. Nabi Ibrahim adalah bapak dari aspek agama (abu millah), sedangkan Nabi Muhammad adalah bapak dari aspek rahmat (abu rahmah). Maka wajib bagi setiap Muslim menjadikan mereka sebagai sifat bapak, dan menyebutnya secara bersama dalam setiap pujian dan shalat.

4. Nabi Ibrahim mengajak umat melaksanakan ibadah haji, sedangkan Nabi Muhammad mengajak kepada iman. Maka Allah mengumpulkan keduanya dalam sebutan yang baik. (Syekh Nawawi, Murah Labid-Tafsir an-Nawawi, Surabaya: Darul Ilmi, hal. 35)

Empat alasan tersebut menunjukkan adanya kedekatan secara batin antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad. Jika diruntut Nabi Muhammad merupakan keturunan Nabi Ibrahim dari garis Sayyid Abdullah hingga Nabi Ismail ‘alaihissalam. 

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved